Berita Kabupaten Banjar

50 Perajin Sasirangan di Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Butuh Perhatian, Utamanya Soal Pemasaran

Jumlah perajin sasirangan di Kertakhanyar tidak kurang 50 orang, kebanyakan pembelinya justru tamu-tamu dari Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel.

50 Perajin Sasirangan di Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Butuh Perhatian, Utamanya Soal Pemasaran
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Perajin sasirangan di Kertak Hanyar Kabupaten Banjar melakukan pencelupan kain untuk mewarna sasirangan, Rabu (10/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Kertakhanyar Kabupaten Banjar merupakan salah satu daerah pusat kerajinan kain sasirangan. Hanya saja selama ini diakui perajin sekaligus pengusaha sasirangan di Kertakhanyar, masih perlu perhatian lebih dari instansi terkait seperti Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banjar dan Disperindag Kabupaten Banjar, terutama dalam hal pemasaran.

Jumlah perajin sasirangan di Kertak Hanyar tidak kurang 50 orang, kebanyakan pembelinya justru tamu-tamu dari Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel. Jarang ada tamu pemerintahan Kabupaten Banjar yang berkunjung atau membeli produk sasirangan khas Kertak Hanyar.

Perajin sekaligus pengusaha sasirangan, Iwan mengakui, karena kemungkinan lokasi pusat sasirangan di Kertakhanyar tidaklah di pusat kota pemerintahan Kabupaten Banjar. Dirinya menyadari, hal ini karena jarak antara Martapura yang merupakan ibukota Kabupaten Banjar dengan Kertakhanyar juga tidaklah dekat.

"Mungkin karena jarak terlalu jauh dari pusat kota pemerintahan, antara Martapura dengan Kertakhanyar. Padahal perajin lepas cukup banyak, mulai skala kecil sampai skala besar," katanya, Rabu (10/4/2019).

Baca: Lantai Rumah Sudah 3 Kali Ambruk, Jariyah Warga Rampa Lama Kotabaru Minta Rumahnya Dibedah

Menurutnya, pembinaan selama ini dari dinas terkait dilingkungan Pemkab Banjar sudah ada, tetapi pembinaan saja tidaklah cukup. Saat ini lebih memerlukan bagaimana instansi terkait bisa membantu pula dalam hal pemasaran kain sasirangan, untuk mengembangkan UKM di Kertakhanyar yang merupakan wilayah Kabupaten Banjar.

Menjadi harapannya bersama perajin lainnya, tentunya adalah perhatian dalam bentuk membantu pemasaran. Dirinya pun pernah mendapatkan informasi akan dibangunnya galery sasirangan oleh Pemkab Banjar, tetapi tentunya perlu lebih digaungkan lagi bahwa Kertakhanyar Kabupaten Banjar juga merupakan pusat sasirangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banjar, Mada Teruna ketika dikonfirmasi mengatakan, dinasnya lebih sifatnya ekonomi mikro, hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. Kebijakan dinas koperasi dan UKM lebih pada mendorong UKM menjadi usaha kecil, kemudian ada kebijakan pemerintah daerah yang mendorong mereka bergabung dalam koperasi.

"Nah, disini kami mengharapkan adanya dukungan anggaran untuk menciptakan daya saing dan pemasaran. Kalau berskala mikro, maka kami siap fasilitasi," tegas Mada.

Baca: Bekas Kerukan Sungai Basirih Tegerus, Siswa SDN Basirih 10 Kembali Harus Hindari ini

Ditambahkan Mada, juga kebijakan yang mampu mensinergikan SKPD yang terkait, karena UKM dan koperasi sifatnya lintas SKPD. Koperasi dan ukm bukan milik dinas koperas dan UKM semata, tetapi urusan pemerintah daerah yang masuk kategori urusan wajib bukan pelayan dasar sesuai UU Nomor 23 tahun 2014.

"Perlu sinergitas ditunjang anggaran, tentunya juga sumber daya manusia yang berkualitas," tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati dan
Sekretarisnya, Feryansyah ketika didatangi ke kantornya, keduanya sedang dinas luar kota di Jakarta. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved