Berita Tanahbumbu

Elpiji Melon Kembali Sulit Ditemukan, Didapatkan Harga 'Selangit', Setiap Hari Warga Ngeluh ke Sini

Warga di lingkungan RT 03, khususnya Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu kembali 'teriak'.

Elpiji Melon Kembali Sulit Ditemukan, Didapatkan Harga 'Selangit',  Setiap Hari Warga Ngeluh ke Sini
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Teo pemilik warung makan di kawasan Batulicin, mengeluh karena mahal dan sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Warga di lingkungan RT 03, khususnya Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu kembali 'teriak'.

Dalam beberapa tahun ini, terlebih sebulan ini mereka terus berburu elpiji3 Kg.

Selain sulit didapat, gas melon bertuliskan subsidi untuk rakyat tersebut mahal didapat.

Di eceran Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu pertabung.

Ibu rumah tangga (IRT) khususnya, sulit mendapatkan gas.

Dampak program kebijakan pemerintah mengkonversi minyak tanah (mitan) ke gas beberapa tahun lalu itu, sekarang membuat mereka kian 'teriak'.

"Sudah harganya mahal, dicarinya pula susah. Makanya sempat memakai gas nonsubsidi," keluh Teo salah satu warga RT 03, Desa Sejahtera kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (10/4/2019).

Baca: Saran Nyeleneh Pemeran Hulk, Mark Rufallo Bagi Penonton Avengers : Endgame!

Baca: Blak-blakan Pengacara Vanessa Angel Soal Sosok Menteri di Kasus Prostitusi Artis, Curhat Soal Tangis

Baca: Demi Like di Media Sosial, Dua Pemuda Dorong Pria Ketakutan dari Jembatan Hingga Tewas

Baca: Lagi-lagi Terseret Kasus Narkoba, Artis FTV Ditangkap, Polisi: Nanti Kita Rilis

Baca: Awal Pertemuan Gading Marten & Citra Juvita Diungkap Roy Marten, Mantan Gisella Anastasia Direstui

Menurut Teo yang sekaligus pedagang warung makan--usaha kecil menengah--ini, mahal serta sulitnya mendapat gas melon, nyaris membuat usaha kecilnya merugi.

"Harga makanan (nasi pecel dan soto) rata-rata Rp 10 ribu perporsi. Mau dinaikan susah juga. Ya pelanggan bisa pindah. Jadi susah juga," jelas Teo.

Tetap bertahan dengan harga lama, kendati di tengah usahanya yang sekarang nyaris merugi, lantaran sulitnya mendapat gas melon, sehingga memaksanya menggunakan LPG 5 Kg nonsubsidi Rp 85 ribu pertabung.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved