Berita Tanahbumbu

Elpiji Melon Kembali Sulit Ditemukan, Didapatkan Harga 'Selangit', Setiap Hari Warga Ngeluh ke Sini

Warga di lingkungan RT 03, khususnya Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu kembali 'teriak'.

Elpiji Melon Kembali Sulit Ditemukan, Didapatkan Harga 'Selangit',  Setiap Hari Warga Ngeluh ke Sini
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Teo pemilik warung makan di kawasan Batulicin, mengeluh karena mahal dan sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagri) Tanbu H Deny Hariyanto dikonfirmasi di ruang kerjanya, tidak menepis seringnya keluhan masyarakat soal sulit dan mahalnya harga gas melon.

"Kalau soal harga ya benar, antara Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu pertabung," katanya kepada banjarmasinpost.co.id.

Maka dari itu menyikapi keluh kesah warga, kata Deny, pihaknya sudah membentuk tim satuan tugas (satgas) termasuk dari kepolisian.

Bahkan sudah beberapa kali melakukan peninjau ke lapangan setiap ada keluhan masyarakat.

Alhasil pengecekan ke lapangan, tambah Deny, tim menemukan beberapa pengecer menjual gas di harga tersebut.

Menurut Deny elpiji 3 Kg ditemukan di lapangan dijual oleh pengecer Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu, bukan kuota dari Tanahbumbu.

Tapi dari luar Tanahbumbu.

"Tahunya kalau labelnya hitam itu Tanahbumbu. Tapi, ini bukan label hitam. Jadi ketahuan dari label, masing wilayah ada warna label masing-masing. Kalau pengakuan pengecer dari Kotabaru. Ada juga dari Martapura. Kalau kuota khusus Tanahbumbu cukup sesuai RTM (rumah tangga miskin)," ucap Deny.

Kendati demikian pihaknya tidak bisa melakukan tindakan, hanya sebatas memberikan pembinaan kepada pengecer.

Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran.

"Pegawai khususnya mereka yang dianggap mampu untuk tidak menggunakan LPG 3 Kg," tandasnya.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved