Longsor di Pumpng

Lima Pendulang Tewas, Sutopo Tulis Keprihatinan ini di Akun Twitter

Bahkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuliskan keprihatinannya

Lima Pendulang Tewas, Sutopo Tulis Keprihatinan ini di Akun Twitter
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (10/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kejadian kesekian kalinya ini kembali menjadi sorotan semua pihak.

Bahkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuliskan keprihatinannya di akun twiternya.

"Tujuh korban longsor telah ditemukan dimana lima tewas dan dua luka-luka. Semua korban adalah pendulang intan di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Kalsel yang tertimbun longsor Senin (8/4/2019) siang. Longsor di area Cempaka ini sudah berulangkali terjadi. Perlu ditata dengan baik," tulis Sutopo di akun Twitter @Sutopo_PN, kemarin.

Sorotan terutama ditujukan kepada Pemko Banjarbaru.

Ini karena lokasinya di Banjarbaru dan korbannya warga setempat.

Wakil Wali Kota Darmawan Jaya, usai menghadiri rapat, kemarin, mengaku sudah menerima keluhan dari warga karena banyaknya korban tewas di Pumpung.

Baca: Good Bye Elly Sugigi, Ternyata Irfan Sbaztian Sudah Selingkuh dengan Irma Darmawangsa 2 Tahun

Baca: Warga Langsung Meneriakkan Allahuakbar Begitu Jasad Korban Terakhir Berhasil Diangkat dari Lubang

Baca: Mengagetkan Sikap Gading Marten Usai Bercerai dengan Gisella Anastasia, Mbah Mijan Ungkap Fakta Ini

Baca: Perlakuan Tak Terduga Fans Syahrini dan Reino Barack ke Lia Ladysta, Ditanya di Tim Luna Maya?

"Beberapa bulan lalu juga ada meninggal. Ini harus dicari solusi dan jalan keluarnya," kata Darmawan.

Secara kewenangan, Darmawan mengatakan pertambangan kini di bawah Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Kalsel.

Disinggung mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Pumpung, menurut Darmawan, arahnya ke pertanian.

Namun untuk melindungi sejarah pendulangan tradisional, bisa diarahkan ke sektor pariwisata.

"Ada masukan untuk tambang tradisional yang aman semisal pakai jerajak. Juga bisa dijadikan tempat wisata. Saya kira kuncinya adalah duduk bersama baik,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved