B Focus Banua Anam

Praktis Mengontrol Kehadiran, Absensi Sidik Jari Bikin Repot Guru yang Tinggal Jauh dari Sekolah

Salah seorang guru SMP, Ahmad (41), mengakui absen sidik jari atau yang lebih dikenal dengan finger print memang merupakan barang baru bagi tenaga

Praktis Mengontrol Kehadiran, Absensi Sidik Jari Bikin Repot Guru yang Tinggal Jauh dari Sekolah
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (10/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Salah seorang guru SMP, Ahmad (41), mengakui absen sidik jari atau yang lebih dikenal dengan finger print memang merupakan barang baru bagi tenaga kependidikan, termasuk dirinya.

Dengan adanya penerapan metode ini menurutnya membuat guru mau tidak mau harus bisa datang tepat waktu ke sekolah menyesuaikan jam yang ada di absensi sidik jari.

"Ada keuntungan juga dengan adanya finger print ini, guru bisa datang bersamaan dan pulang juga bersamaan, tidak ada yang datang belakangan ataupun yang pulang duluan, kecuali memang kalau ada tugas atau keperluan mendesak," katanya.

Sedangkan kendala yang ditemui apabila jarak antara tempat tinggal dengan sekolah yang cukup jauh, maka harus buru-buru ke sekolah agar sempat melakukan absensi sidik jari.

Baca: Viral Pengeroyokan Audrey Siswi SMP Pontianak Berujung Kecaman Hotman Paris Hingga Nikita Mirzani

Baca: Inilah Lembaga Survei yang Menangkan Jokowi dan Prabowo, Ada LSI, Roy Morgan, Polmatrix dll

Baca: 10 Tahun Alami Hal Mistis, Istri Kedua Clift Sangra Nana Mahliana Kerap Didatangi Ratu Horor Suzanna

Baca: Good Bye Elly Sugigi, Ternyata Irfan Sbaztian Sudah Selingkuh dengan Irma Darmawangsa 2 Tahun

"Berangkat ke sekolah harus lebih pagi lagi, supaya sempat melakukan finger print, syukur-syukur kalau cuacanya mendukung, tidak hujan. Tapi kalau hujan pun tetap berusaha datang tepat waktu," ungkapnya.

Tapi terlepas dari kendala yang dihadapi, dirinya mengakui memang banyak hal positif dengan diberlakukannya finger print bagi para guru di sekolah

Karena dengan finger print bisa lebih praktis untuk mengontrol kehadiran dan kepulangan tenaga pendidik yang bertugas di sekolah.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved