Berita Banjarbaru

Dosen Pertambangan ULM: Musibah Longsor Tambang Intan Pumpung Banjarbaru Harus Diinvestigasi

Menambang intan dilokasi tambang rakyat Intan Cempaka oleh masyarakat wilayah Cempaka, Kota Banjarbaru dan sekitarnya telah berlangsung

Dosen Pertambangan ULM: Musibah Longsor Tambang Intan Pumpung Banjarbaru Harus Diinvestigasi
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Anggota TIM SAR, BPBD, Basarnas dan warga melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Pumpung Cempaka, Senin (8/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menambang intan dilokasi tambang rakyat Intan Cempaka oleh masyarakat wilayah Cempaka, Kota Banjarbaru dan sekitarnya telah berlangsung sejak jaman penjajahan Belanda.

Keterampilan menambang tradisional yang diwariskan secara turun temurun keluarga serta harapan dan impian yang menyertainya yaitu bisa memiliki penghasilan besar secara tiba-tiba hasil menambang bila mendapatkan intan besar umumnya menjadi alasan masyarakat untuk tetap menggeluti pekerjaan menambang.

Hal itu disampaikan Dosen Prodi Teknik Pertambangan Fak Teknik ULM, Adip Mustofa ketika diwawancarai Banjarmasinpost.co.id pascamusibah longsor yang memakan korban jiwa para pendulang beberapa waktu lalu.

Dia juga menyampaikan alasan lain yang umumnya muncul dikalangan masyarakat adalah belum adanya pilihan kerjaan lain yang dilakukan untuk bisa mendapatkan penghasilan.

Menurut dia, tata kelola tambang rakyat telah diatur dalam peraturan perundangan RI UU No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan batubara dimana Kegiatan tambang rakyat harus memiliki ijin usaha pertambangan rakyat (IUPR), menggunakan peralatan sederhana dan IUPR berada di dalam Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang ditetapkan pemerintah.

Baca: Lagi, 2 Korban Longsor di Pumpung Cempaka Ditemukan, Tim SAR dan Warga Masih Cari Satu Pendulang

Baca: Jelang Subuh, Korban Terakhir Longsor Pendulangan Pumpung Ditemukan, Warga Langsung Takbir

Baca: Pendulangan Intan di Pumpung Tidak Ada Izin dari Pemprov, Sejak Januari 2019, Sudah 6 Tewas

Apakah WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) Intan Cempaka telah ditetapkan oleh Departemen Pertambangan dan Energi tentu Dinas Pertambangan dan Energi Prop Kalsel yang paling mengetahui.

Dikatakannya lebih lanjut, material yang ditambang sebagian merupakan material timbunan kegiatan tambang masa lalu berupa material lepas lempung pasiran hingga kerikilan dengan kondisi cukup basah.

"Dengan karakteristik tersebut maka kekuatan tanah yang berfungsi sebagai penyumbang gaya melawan longsoran menjadi berkurang dibanding kondisi tanah aslinya. Karakter topografi area tambang spesifik. Relief lubang tambang aktif umumnya dengan kondisi berlereng. Kemiringan lereng tambang umumnya miring sedang sampai terjal dengan tinggi jenjang >8m sehingga terbuka ruang untuk terjadinya longsor dan gaya atau moment tanah yang berfungsi sebagai penahan longsoran akan menurun," katanya.

Proses pencarian korban tertimbun tanah longsor di Pumpung Cempaka Banjabaru, yang berlangsung hingga Senin (8/4/2019) malam.
Proses pencarian korban tertimbun tanah longsor di Pumpung Cempaka Banjabaru, yang berlangsung hingga Senin (8/4/2019) malam. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Hasil analisa dia mengatakan, longsornya bagian lereng pada lereng tambang aktif dapat terjadi akibat pengaruh bekerjanya gaya penggerak (sliding force) atau moment penggerak (turning moment) atas beban berat tanah) yang lebih besar dibanding gaya atau moment melawan kelongsoran.

"Topografi negative berupa lubang bekas tambang yang saat musim penghujan berisi air terkadang dijumpai disekitar tambang aktif. Fenomena ini dapat memperbesar gaya pemicu longsoran. Longsoran atau jebolnya dinding lereng tambang dan masuknya air kedalam lubang tambang aktif masyarakat dapat terjadi akibat tekanan dari air pada lubang bekas tambang (yang berada disamping lereng tambang aktif) berisi penuh air melebihi nilai kekuatan tanah dari dinding lubang tambang yang berlereng," katanya.

Baca: Air Mata Badriah Mengalir Kenang Anaknya yang Jadi Korban Longsor di Pumpung Cempaka

Dikatakannya, untuk mengetahui kepastian penyebab runtuh longsornya lereng tambang secara pasti harus dilakukan berdasar observasi lapangan. "Saya yakin petugas Inspektur Tambang Dept ESDM dan Dinas ESDM Provinsi Kalsel dapat menginvestigasi kejadian longsor lereng tambang rakyat Cempaka sehingga penyebab pasti kejadian longsor atau jebolnya lereng tambang masyarakat di Pumpung Cempaka dapat diketahui," katanya.

Musibah ini dikatakannya memprihatinkan, lebih memprihatinkan lagi karena telah terjadi tidak hanya kali ini namun kejadian tersebut juga terjadi pada tahun tahun sebelumnya.

Memperhatikan hal ini, menurut dia selayaknya Departemen ESDM dan Dinas teknis terkait baik dilingkungan Provinsi Kalsel maupun Kota Banjarbaru perlu memberi perhatian lebih serius dengan duduk bersama untuk merumuskan kebijakan tata kelola pertambangan rakyat yang tepat didaerah Cempaka sehingga pencegahan atas bahaya longsor dapat dilakukan dan kejadian longsor yang menelan korban jiwa tidak berulang lagi.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved