Berita Kabupaten Banjar

Gaji Guru Honor di Kabupaten Banjar Rendah, Disdik Banjar Lakukan Pendataan untuk Dapatkan Ini

Masih rendahnya gaji sejumlah guru honor di Kabupaten Banjar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjar.

Gaji Guru Honor di Kabupaten Banjar Rendah, Disdik Banjar Lakukan Pendataan untuk Dapatkan Ini
Banjarmasinpost.co.id/idda royani
MAIDI ARMANSYAH, kepala Disdik Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rendahnya gaji sejumlah guru honor di Kabupaten Banjar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjar. Berbagai upaya sedang dan akan dilakukan guna memperbaiki kesejahteraan tenaga pendidik non pegawai negeri sipil tersebut.

"Masalah rendahnya honor untuk guru honorer itu kan sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Itu dikarenakan keterbatasan dana," ucap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar Maidi Armansyah, Kamis (11/04/2019).

Pejabat eselon II di Bumi Barakat yang baru beberapa bulan menakhodai Disdik Banjar ini mengatakan sebagian besar gaji atau honorarium guru honorer bersumber dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Sementara, nominal dana BOS yang didapat tiap sekolah juga tak seberapa.

Sesuai ketentuan, penggunaan dana BOS untuk menggaji guru honor juga tak boleh lebih dari 15 persen. Itu sebabnya, kemampuan pihak sekolah menggaji guru honor juga terbatas.

Baca: Terungkap, Guru Honor di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Ada yang Cuma Bergaji Rp 150 Ribu Sebulan

Maidi mengatakan pihaknya pun terus melakukan upaya untuk meningkatkan penghasilan kalangan guru honorer. Pihaknya Saat ini kami sedang melakukan pendataan guru honor yang berijazah S1 (sarjana) dan pendidikannya linier.

Guru honorer yang memenuhi kualifikasi tersebut akan diberi SK untuk memperolah NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan).

"Hingga selanjutnya dapat mengikuti PPG (pendidikan profesi guru) dan akhirnya memperoleh sertifikasi profesi guru untuk mendapat tunjangan sertifikasi," sebut Maidi.

Upaya lain yang dilakukan, lanjut Maidi, yakni melalui penerimaan P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Juga melalui penerimaan/pengangkatan guru kontrak dari kalangan guru-guru honorer di sekolah negeri di Kabupaten Banjar.

DENGAR PENDAPAT - Kepala Disdik Banjar Maidi Armansyah memaparkan kondisi sektor pendidikan beserta persoalan yang dihadapi kalangan guru honorer saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Banjar, Senin (8/4) siang.
DENGAR PENDAPAT - Kepala Disdik Banjar Maidi Armansyah memaparkan kondisi sektor pendidikan beserta persoalan yang dihadapi kalangan guru honorer saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Banjar, Senin (8/4) siang. (Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

"Itu statusnya sama dengan PNS, merupakan bagian dari ASN (aparatur sipil negara). Penghasilannya pun sama, bedanya kalau P3K tidak memperoleh pensiun," jelas Maidi.

Baca: Alamsyah Senang Proposal Bantuan Cair, Untuk Penyempurnaan Masjid Al Hijrah dari Sekda Tanahbumbu

Dikatakannya, tahun ini Pemkab Banjar sudah melaksanakan penerimaan P3K tahap pertama yang dikhususkan untuk honorer kategori 2. 'Termasuk untuk guru. Saat ini tinggal menunggu pengumuman hasil seleksi dari Panselnas Pusat," pungkas Maidi.

Sekadar dikehui, saat ini sebagian guru honor di Kabupaten Banjar ada yang cuma mendapat gaji Rp 150 ribu per bulan. Ini pun pembayarannya tak rutin tiap bulan, kadang dibayar per tiga bulan atau empat bulan sekali.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved