Berita Ekonomi dan Bisnis

OJK Sosialisasikan POJK 35 di Banjarmasin, Ini Harapannya Terhadap Perusahaan Pembiayaan

Perusahaan pembiayaan di Kalimantan per Februari 2019 mengalami pertumbuhan 15 persen secara year on year.

OJK Sosialisasikan POJK 35 di Banjarmasin, Ini Harapannya Terhadap Perusahaan Pembiayaan
(banjarmasinpost.co.id/mariana)
Narasumber dari OJK, Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Pembiayaan Direktorat Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK Pusat, Muhammad Mufid sedang memberikan pemaparan sosialisasi Peraturan OJK (POJK) No.35/POJK.05/2018, yang digelar di Convention Hall HBI, Kamis (11/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perusahaan pembiayaan di Kalimantan per Februari 2019 mengalami pertumbuhan 15 persen secara year on year.

Di Kalimantan Selatan (Kalsel) pembiayaan terbesar terdapat pada pembiayaan investasi dan multi guna, yang secara keseluruhan mengalami pertumbuhan tertinggi se Kalimantan sebesar 25,61 persen secara year on year.

Data tersebut dipaparkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Pemerintah (APPI) Kalsel, dalam sosialisasi Peraturan OJK (POJK) No.35/POJK.05/2018, yang digelar di Convention Hall HBI, Kamis (11/4/2019).

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Pembiayaan Direktorat Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK Pusat, Muhammad Mufid menjelaskan, POJK 35 merupakan penyempurnaan dari POJK 29 yang sebelumnya diberlakukan.

Baca: Baru 300 Hektare Lahan Pertanian Padi di HST yang Diasuransikan, Padahal Targetnya Segini

Baca: Drainase Tersumbat, Jalan A Yani Depan ULM Banjarbaru Sering Tergenang

Baca: Isi Pertemuan Ustadz Abdul Somad dan Prabowo Live TV One, 2 Permintaan UAS Jelang Pilpres 2019

Baca: Bupati HSS Minta Satpol PP Patroli ke Masjid, Minta Tertibkan Pengemis Bawa Anak

"Peraturan ini diterbitkan juga untuk meningkatkan peranan perusahaan pembiayaan dalam perekonomian nasional, meningkatkan pengaturan prudensial, dan meningkatkan perlindungan konsumen," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

POJK 35 ini mengatur berbagai hal terkait bisnis perusahaan pembiayaan di antaranya jenis kegiatan usaha dan cara pembiayaan, termasuk pembiayaan infrastruktur serta penggunaan sistem informasi dan teknologi yang terintegrasi oleh setiap perusahaan pembiayaan.

"Kami mengharapkan adanya peraturan ini mendorong pertumbuhan industri pembiayaan dan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Selain itu, diatur pula tatacara penagihan, beberapa hal seperti mekanisme surat peringatan yang harus berisi minimal mengenai jumlah hari keterlambatan, outstanding pokok terutang, serta bunga dan denda yang terutang.

POJK ini juga memperbolehkan penagihan melalui pihak ketiga, dengan berbagai syarat ketat seperti harus berbadan hukum, memiliki izin dari instansi berwenang dan memiliki sumber daya manusia yang telah memperoleh sertifikasi di bidang penagihan dari Lembaga Sertifikasi Profesi di bidang pembiayaan.

Senada, Kabag Opsnal Ditreskrimum Polda Kalsel, AKBP Sutrisno mengatakan, orang ketiga diperbolehkan dalam sistem jasa penagihan namun harus berbadan hukum.

"Hal perlu diperhatikan terutama bagi debitur adalah membaca secara seksama peraturan dan sanksi-sanksi yang ditetapkan sebelum melakukan pinjaman dan kredit, jangan hanya mementingkan cepat cairnya namun tidak memahami prosesnya," jelasnya.

Baca: Aksi Tak Terduga Rafathar Pukuli dan Tarik Rok Nagita Slavina di Atas Panggung, Raffi Ahmad Bereaksi

Baca: Gadis Cantik ini Ternyata Tidak Hanya Galuh HST, Ia Juga Berprofesi Polwan

Ditambahkannya, banyak terjadi kesalahpahaman antara debitur dan perusahaan, yang mana debitur sudah merasa telah membayar kepada petugas, namun dianggap tidak bayar sehingga terjadi eksekusi oleh tim penagih.

Kalau sudah seperti itu, lanjutnya, eksekutor harus menunda eksekusi, mengadakan pendekatan persuasif antara debitur dan perusahaan melaluo musyawarah serta menanyakan secara sopan dan humanis kepada debitur untuk menunjukkan dokumen pendukung atau bukti pembayaran dan pelunasan. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved