Berita Kabupaten Banjar

Terungkap, Guru Honor di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Ada yang Cuma Bergaji Rp 150 Ribu Sebulan

Rendahnya gaji guru hinor tersebut antara lain dialami guru honor yang mengajar di SDN Keliling Benteng Ulu 2 di Kecamatan Sungaitabuk

Terungkap, Guru Honor di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Ada yang Cuma Bergaji Rp 150 Ribu Sebulan
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Ketua FPTPHSN Banjar Alfi Syahrin sharing dengan Kadisdik Banjar Maidi Armansyah (kiri) dan pejabat Disdik Banjar lainnya sesat sebelum mengikuti RDP di ruang Komisi IV DPRD Banjar, tiga hari lalu.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kesejahteraan kalangan tenaga pendidik di Kabupaten Banjar masih rendah, terutama mereka yang berstatus guru honorer, meski kabupaten ini penerima anggaran belanja dan pembangunan (APBD) terbesar di Provunsi Kalimantan Selatan. 

Pada rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Banjar dengan perwakilan guru honor sekolah negeri dan Dinas Pendidikan, Senin (08/04/2019), di ruang Komisi IV DPRD Banjar, terungkap masih ada guru honor yang cuma mendapat gaji Rp 150 ribu sebulan.

Rendahnya gaji guru hinor tersebut antara lain dialami guru honor yang mengajar di SDN Keliling Benteng Ulu 2 di Kecamatan Sungaitabuk.

Hal itu dikarenakan kemampuan keuangan sekolah setempat memang minim karena BOS (bantuan operasional sekolah) yang didapat pun juga sedikit.

Sementara itu sebagian guru honor di tempat lainnya di Kabupaten Banjar berpenghasilan lebih besar, ada yang bergaji Rp 350 ribu per bulan dan ada yang Rp 500 ribu. Namun nominal ini pun tetap belum memadai karena masih jauh di bawah upah mininum provinsi (UMP) Kalsel.

Baca: Kantor BPR GSM Sipai Dibobol Maling, Sepeda Motor Satria F Jaminan Kredit Macet Digondol Maling

Baca: Gelar Rakor Vokasi Keteknikan, Bahas Kurangi Pengangguran Terdidik

"Pembayaran gaji kami pun tak tentu tiap bulan. Contohnya rekan kami yang ngajar di Keliling Benteng Ulu, pembayaran gajinya kadang tiga atau empat bulan sekali," sebut Ketua Forum Pendidik dan Tenaga Pendidikan Honorer Sekolah Negeri (FPTPHSN) Kabupaten Banjar Alfi Syahrin, Kamis (11/04/2019).

Hal seperti itu telah terbiasa dialami guru honorer. Maklum umumnya digaji dari daan BOS. Sesuai ketentuan sebagian dari dana BOS yakni 15 persen memang diperbolehkan digunakan untuk membayar gaji guru honorer.

"Saya pribadi pun juga sudah sejak dua bulan terakhir belum cair gaji," tandas Alfi

Pihaknya berharap pemerintah meningkatkan perhatian terhadap nasib guru honorer. Termasuk diharapkan segera merevisi kekeliruan redaksional pada SK mereka yang menjadi ganjalan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Seperti yang mereka ungkapkan saat RDP di ruang Komisi IV, SK mereka berbunyi penetapan tenaga pendidik dan kependidikan non pegawai negeri sipil. Pasdahal seharusnnya bukan tertulis 'penetapan' tapi pengangkatan.

Kekeliruan redaksional itu secara teknis menjadi penghalang ketika mereka mengikuti diklat PPG (pendidikan profesi guru) di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalsel. Pihak LPMP tidak bisa memproses SK dengan redaksional seperti itu sehingga sertifikat PPG tak bisa didapatkan. Padahal SK PPG menjadi syarat penting untuk mengurus tunjangan eertifikasi.

Baca: Bangunan Kosong Kawasan Stadion Sanaman Mantikei Palangkaraya Jadi Tempat Transaksi Obat Terlarang

Baca: Jaringan Internet Lemah, Perekaman KPT Elektronik di Lapas Narkotika Karangintan Jadi Begini

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjar H Khairuddin mengaku sedih ketika mendapat laporan adanya gaji guru honor yang cuma Rp 150 ribu per bulan. Saat RDP dengan Disdik dan perwakilan FPTPHSN Banjar, ia langsung meminta Disdik melakukan upaya konkret untuk memperbaiki penghasilan guru honorer.

Termasuk mempercepat melakukan revisi redaksional SK para guru honor. Ia meminta pejabat Disdik tak perlu merisaukan BOS untuk menggaji guru honor karena sesuai aturan hal itu diperkenankan asal jumlahnya tak melampaui 15 persen.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved