Berita Tanahlaut

Sudah Bayar Rp 13 Juta,  Permohonan Tambah Daya Sukarno Tak Kunjung Dipenuhi PLN  

Sudah tiga bulan Sukarno menunggu permohonan kenaikan daya PLN di rumahnya yang juga tempat usahanya dipenuhi.

Sudah Bayar Rp 13 Juta,  Permohonan Tambah Daya Sukarno Tak Kunjung Dipenuhi PLN  
(banjarmasinpost.co.id/milnasari)
Sudah tiga bulan Sukarno menunggu permohonan kenaikan daya PLN di rumahnya yang juga tempat usahanya penggilingan pentol bakso dipenuhi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sudah tiga bulan Sukarno menunggu permohonan kenaikan daya PLN di rumahnya yang juga tempat usahanya dipenuhi.

Namun sejak mendaftar Januari lalu hingga kini ia belum juga mendapatkan kepastian akan dilakukan penambahan daya di rumahnya di Jalan Pintu Air Kelurahan Pelaihari Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan.

Ia justru mendapatkan surat pemberitahuan bahwa untuk penambahan daya di rumahnya perlu sisip tiang dan perluasan jaringan teknis akan diserahkan ke PT PLN UP3 Banjarmasin.

Baca: Peringati Hari Bapak Pramuka Indonesia, Kwarcab HST Bagi-bagi Sembako  

Baca: Reaksi Tak Terduga Kekasih Gisella Anastasia, Wijaya Saputra Ditanya Mobil, Kartu Kredit Dari Mantan

Baca: Hadiri Perpisahan Siswa, Ahmad Tamzil Sebut Tiga Bupati HST Alumnus SMAN Barabai

Baca: Sebelum Manggung di Nashville, Ari Lasso Cicipi Sate Kambing Ali

Selain itu disebutkan dalam surat bahwa pembangunan jaringan dilaksanakan atas biaya PLN dan akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan anggaran atau ketersediaan material PLN.

Padahal rumah penggilingan pentol bakso ini berada tak jauh dari kantor PLN Unit Layanan Pelanggan Pelaihari.

"Saya sudah bayar online Rp 13, 2 juta saat mendaftar tapi sampai sekarang juga tidak ada kejelasan penambahan daya dipenuhi," terangnya.

Ia sendiri mendaftar untuk menambah daya dari 900 Watt menjadi 1300 Watt. Penambahan daya ini terangnya ia lakukan lantaran ingin menggerakkan mesin penggiling daging untuk membuat baksonya dengan tenaga listrik.

"Selama ini saya pakai mesin diesel pakai solar lebih boros, dan makanya ini mau pakai tenaga listrik saja lebih murah," ujarnya.

Sebelumnya ia mengaku juga mendapatkan tawaran dari oknum yang mengaku bisa menambah daya di rumahnya dalam waktu seminggu bisa ditambahkan namun ia harus tambah bayar Rp 10 juta.

"Tidak saya ambil, saya bayar online itu saja, tapi sampai sekarang juga tidak ada penambahan, kok lama betul," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (12/4/2019).

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved