Eknomi dan Bisnis

Bermodal Rp 600.000, Rina Kini Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah, Konsumen Banyak dari Luar Negeri

Berawal dari hobi memasak suka coba-coba beragai resep di rumah, kini Risna Trisnawati mempunyai bisnis makanan ringan yang beromzet ratusan juta.

Bermodal Rp 600.000, Rina Kini Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah, Konsumen Banyak dari Luar Negeri
(KONTAN/Elisabeth Adventa)
Rina Trisnawati dan Wulan Diasari 

Dan untuk desain kemasan, Rina dibantu seorang teman yang memiliki keahlian dalam desain. Meski begitu, ia dan Wulan sempat beberapa kali mengganti desain dan bahan kemasan karena kurang aman dan menarik

Keseriusan Rina di kemasan ini ada ceritanya. Ia sempat mendapat pesanan kukis dari Palembang. Awalnya, kemasan produknya memakai mika berbentuk tabung. Namun, setelah dikirim ke Palembang, ternyata kukis buatannya sudah hancur.

Baca: Bukan Politik, Project Baru Veronica Tan Usai Bungkam Kala Ahok Alias BTP Nikahi Puput Nastiti Devi

"Walaupun pelanggan tidak masalah, tapi tetap saya ganti dan saat itulah saya berpikir untuk merombak kemasan," ceritanya.

Karena banyak kejadian serupa, Rina berupaya untuk memperbaiki kemasan Tintin Chips agar lebih aman saat dikirim ke luar kota. Ia mencoba mengubah kemasan mika dengan menggunakan kemasan tabung berbahan komposit, dilengkapi oleh lukisan yang identik dengan anak-anak.

Hal itu membuat tampilan Tintin Chips terlihat lebih trendi dan menarik bagi anak. Lukisan yang ada pada kemasan bisa diwarnai dan kemasan bisa dipakai untuk menyimpan benda kecil.

Pemasaran digital

Saat awal memasarkan Tintin Chips, Rina menjual produknya secara langsung ke para kolega atau lewat sebuah workshop di kawasan Cileunyi, Bandung. Jadi semua produk Tintin Chips dijual offline, lewat toko fisik atau pesan langsung melalui dirinya.

Seiring berjalannya waktu, perempuan berdarah Sunda ini menyadari perkembangan digital yang marak di masyarakat. Alhasil, ia memutuskan memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan bisnis Tintin Chips.

Rina bertekad harus bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya. "Seorang teman yang lebih milenial mengajari saya membuat akun Instagram dan sampai sekarang memakai akun tersebut untuk promosi produk," ucapnya.

Semenjak memiliki akun Instagram dan web, semua pemasaran Tintin Chips dikelola secara digital, baik lewat akun Instagram, lantas e-commerce serta via WhatsApps. Pemesanan juga dilakukan secara digital. Menurut Rina, pemasaran secara digital dinilai lebih efisien untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama kalangan milenial.

Baca: Aurel Dukung Sandiaga Uno, Ashanty Tak Masalah Beda Pilihan dengan Putrinya dan Anang Hermansyah

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved