Mengenal Telaga Bidadari Kampung Dodol

Ini Dia Pengusaha Dodol Ternama di HSS, Sampai-sampai Balihonya Bertebaran di Pinggir Jalan Raya

Memasuki kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ada banyak baliho besar di pinggir jalan raya. Baliho tersebut bertuliskan brand dodol

Ini Dia Pengusaha Dodol Ternama di HSS, Sampai-sampai Balihonya Bertebaran di Pinggir Jalan Raya
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pekerja sedang membuat dodol kandangan di Desa Telaga Bidadari, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Memasuki kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ada banyak baliho besar di pinggir jalan raya. Baliho tersebut bertuliskan brand dodol dengan nama dari pemilik usahanya.

Di Telaga Bidadari dan Kapuh, ada sejumlah pemilik dodol terkenal dan terbilang sukses. Mereka antara lain, Dodol Kandangan Ibu Mita dan Ibu Nurhayati. Dua nama ini, balihonya bertebaran, sampai ke Rantau dan Barabai.

Produk-produk mereka pun banyak di jual di toko-toko pinggir jalan. Salah satu pemilih usaha yang terbilang sukses adalah Ibu Mita.

Tiga mobil berjejer di halaman rumahnya, salah satunya mobil baru. Rumahnya pun terlihat lebih menterang dibanding pemilik usaha dodol lainnya.

Baca: Warisan Turun Temurun Nenek Moyang, Sampai Jadi Sumber Pencaharian Warga HSS

Baca: Sukses Tumpeng Nanas Raksasa, Ingin Jadikan Sentra Dodol Nanas dan Rimpi Nanas Mekarsari

Namun,banjarmasinpost.co.id belum berhasil menemuinya, karena saat hendak ditemui pemilik usaha dodol tersebut sedang ke luar daerah. Sedangkan suaminya, menolak diwawancarai dengan alasan lagi sibuk.

Namun, menurut informasi dari sejumlah pekerja di gudangnya, Ibu Mita sudah puluhan tahun merintis usaha dodol.

Dia bahkan mempekerjakan 15 orang lebih, yang bekerja sebagai pembuat dodol.

Tiap hari, Ibu Mita membuat 12 kuali dodol aneka varian rasa. Satu kuali ukuran besar berkapasitas 50 kilogram dodol.

Ada rasa durian, nangka, dodol kasirat (dodol dengan campuran kelapa tua yang disangkai kering) ada pula rasa original (tepung ketan, plus gula merah plus santan kelapa), serta dodok kelapa muda dan dodol wajik.

Asmiah, salah satu pekerja yang menggoreng kepala muda yang telah di selada mengaku sudah puluhan tahun bekerja di tempat Ibu Mita.

“Dodol Ibu Mita buatan pekerja di tempat ini dipasarkan ke Kaltim, Kalteng dan Kalsel,”ungkap Asmiah.

Menurutnya, pemasaran dilakukan sendiri oleh pemilik, namun ada juga pelanggan yang pesan langsung k erumah produksinya. “Alhamdulilah, banyak warga desa dan luar desa yang bekerja di sini.

Kerjanya mulai pagi, sampai siang. Nanti bagian yang mengemas ada lagi,”ungkap Asmiah (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved