Mengenal Tato Sejak Sebelum Masehi, ini Makna Seni Rajah Tubuh bagi Suku Mentawai

Tinta yang dipakai berasal dari arang kayu atau bekas pembakaran yang dihaluskan, lalu dicampur dengan perasan tebu.

Mengenal Tato Sejak Sebelum Masehi, ini Makna Seni Rajah Tubuh bagi Suku Mentawai
kompas.com/Fatris MH
Motif seni tato Mentawai 

Meskipun tato sudah menjadi identitas, orang-orang Mentawai yang masih memakai tato pada sekujur tubuhnya sudah jarang ditemui.

Kalaupun ada, kebanyakan masyarakat yang berasal dari wilayah dimana orang-orangnya masih berpegang teguh pada adat istiadat.

Seperti masyarakat yang tinggal di pedalaman Siberut.

Di sana, masyarakat masih memegang ajaran yang disebut Arat Sabulungan.

Mereka mengimani bahwa tato tak boleh lepas dari kehidupan orang mentawai.

Baca: Sempat Viral Kisah Ahok Marah-marah di TPS Osaka, Jepang, Begini Penjelasan Singkat BTP

Baca: Titipan Doa Kesembuhan Istri SBY, Ani Yudhoyono pada Jokowi yang Umrah, Gibran Rakabuming Beraksi

Baca: Mengagetkan, Sule Tak Pilih Naomi Zaskia Atau Baby Shima, Tapi Ada Wanita Istimewa yang Menanti

Baca: Panduan Mencoblos Bagi Pemilih Ber-KTP Luar Kota pada Pemilu 2019 (Pilpres 2019)

“Saya ini berasal dari dusun Butui, tatonya seperti ini,” kata Aman Koddai yang baru beberapa tahun dinobatkan jadi sikerei.

Sikerei adalah sebutan untuk dukun, penjinak bisa, pimpinan uma, atau rumah adat di Pedalaman Siberut yang bersifat komunal dan besar.

Tato milik Aman Koddai bergambar semburat cahaya matahari.

Ada pula garis-garis berwarna biru tua yang menempel di jangatnya.

Jenis gambar tato yang menempel di tubuh Aman Koddai, dianggap oleh beberapa antropolog sebagai tato tertua di dunia.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved