Mengenal Telaga Bidadari Kampung Dodol

Tiap Hari 4 Jam Menghadapi Hawa Panas, Pekerja Bisnis Dodol di HSS Diupah Rp 50 Ribu Per Kuali

Usaha dodol di Desa Telaga Bidadari dan Kapuh, Kecamatan Sungai Raya dan SImpur, Hulu Sungai Selatan telah menggerakkan roda perekonomian

Tiap Hari 4 Jam Menghadapi Hawa Panas, Pekerja Bisnis Dodol di HSS Diupah Rp 50 Ribu Per Kuali
banjarmasinpost.co.id/hanani
Proses pembuatan dodol kandangan di Desa Telaga Bidadari, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Usaha dodol di Desa Telaga Bidadari dan Kapuh, Kecamatan Sungai Raya dan SImpur, Hulu Sungai Selatan telah menggerakkan roda perekonomian di kampung tersebut.

Rata-rata pemilik usaha dodol mampu memberi upah kepada pekerjanya Rp 50 ribu per kuali. Pekerja diupah berdasarkan jumlah berapa kuali dia mengaduk dodol. Satu kuali bahan dodol yang diaduk kapasitasnya 50 kilogram.

Pekerjaan membuat dodol, terlihat gampang. Namun, ternyata pekerjanya harus mengaduk bahan tersebut sampai tercampur sempurna dan menyatu selama empat jam per satu kuali.

“Kami juga harus tahan panas, karena dimasak di atas tungku berbahan kayu bakar. Jadi tiap hari empat jam menghadapi hawa panas,” ungkap salah satu pekerja di gudang produksi dodol ibu Nurhayati.

Baca: Warisan Turun Temurun Nenek Moyang, Sampai Jadi Sumber Pencaharian Warga HSS

Baca: Ini Dia Pengusaha Dodol Ternama di HSS, Sampai-sampai Balihonya Bertebaran di Pinggir Jalan Raya

Baca: Ternyata Dodol Tisu Khas Desa Bakarangan Ini Lahir dari Kreasi Mahasiswa ULM

Karena sudah terbiasa, para pekerja mengaku enjoy saja dengan pekerjaan yang mereka geluti tersebut. Apalagi, sebagian pekerja ada yang lulus SD, sampai SMA dan mengaku kesulitan mencari pekerjaan lain.

“Lumayan, daripada menganggur. Toh kerjanya paling lama lima jam sehari ditambah menyiapkan bahan dan menghidupkan kayu bakar,” ungkap pekerja lainnya.

Adapun keahlian membuat dodol, mulai komposisi bahan menurut para pekerja sudah ditentukan oleh pemilik usaha.

“Kami hanya melaksanakan sesuai yang diminta pemilik,”ungkap Rahman, yang bekerja di asaha dodol Ibu Nurhayati.
Diapun mengatakan ikut bangga, dodol buatan mereka tersebut bisa terkenal ke berbagai daerah, tak hanya di Kalsel, tapi juga sampai ke Kaltim dan Kalteng.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved