Mengenal Telaga Bidadari Kampung Dodol

Warisan Turun Temurun Nenek Moyang, Sampai Jadi Sumber Pencaharian Warga HSS

Anda penggemar dodol Kandangan? Ternyata dodol Kandangan yang terkenal itu dibuat oleh perajin di salah satu kampung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Warisan Turun Temurun Nenek Moyang, Sampai Jadi Sumber Pencaharian Warga HSS
banjarmasinpost.co.id/hanani
Ahmad Kusairi (30) pemilik usaha dodol kandangan "Harum Manis" dengan produk dodol yang sudah dikemas di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Anda penggemar dodol Kandangan? Ternyata dodol Kandangan yang terkenal itu dibuat oleh perajin di salah satu kampung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Nama kampungnya, Telaga Bidadari. Kampung itu terkenal dengan kampung dodol. Letaknya di antara Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Simpur, yang dikenal dengan Kapuh.

Kampung dodol tersebut melegenda, karena hampir satu kampung adalah perajin atau pengusaha dodol. Ada yang sukses, ada pula yang hanya bertahan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, rata-rata mereka tetap eksis dengan usaha makanan yang terbuat dari tepung ketan, kelapa serta gula merah tersebut. Bahkan, minimal satu unit usaha kecil menengah tersebut menyerap dua sampai 10 orang lebih tenaga kerja.

Baca: Sukses Tumpeng Nanas Raksasa, Ingin Jadikan Sentra Dodol Nanas dan Rimpi Nanas Mekarsari

Baca: Ibu-ibu PKK Ini Kreatif Ciptakan Penganan Khas, Lahirlah Dodol Rebung, Penasaran Bagaimana Rasanya?

Ahmad Kusairi (30) adalah salah satu perajin dodol Kandangan. Dia mengaku selama ini usaha dodollah yang menopang ekonomi keluarganya.

Meski usahanya tak sebesar perajin lainnya, Kusairi, lulusan pesantren ini mengaku usaha dodol menjadi sumber pendapatan. Usaha tersebut dirintis secara turun temurun, mulai datuk, kakek hingga ibunya.

“Sekarang, saya yang meneruskan usaha dodol,” tutur Kusairi yang istrinya sedang hamil muda.

Menurut Kusairi ada puluhan unit usaha dodol di Desa Telaga Bidadari-Kapuh, dan usaha tersebut rata-rata menjadi sumber pendapatan keluarga. Rata-rata, usaha itupun dijalankan secara turun temurun.

“Ada yang skala besar, ada yang skala sedang. Yang jelas tak ada perajin di sini yang berhenti memproduksi dodol,” ungkap pemilik usaha Dodol Harum Manis ini saat ditemui banjarmasinpost.co.iddi rumah yang sekaligus tempat usahanya.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved