Pemilu 2019

Guru Khalil Minta KPU Tanggungjawab, Surat Suara di Lapas Perempuan Hanya Dua

Bupati Banjar, H Khalilurrahman saat mengunjungi TPS Lapas Perempuan di Jalan Pintu Air Martapura Kabupaten Banjar.

Guru Khalil Minta KPU Tanggungjawab, Surat Suara di Lapas Perempuan Hanya Dua
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaily
Bupati Banjar, H Khalilurrahman saat mengunjungi TPS Lapas Perempuan di Jalan Pintu Air Martapura Kabupaten Banjar sempat tertawa ketus begitu mengetahui Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Lapas itu hanya satu orang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bupati Banjar, H Khalilurrahman saat mengunjungi TPS Lapas Perempuan di Jalan Pintu Air Martapura Kabupaten Banjar sempat tertawa ketus begitu mengetahui Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Lapas itu hanya satu orang

Akibatnya, pegawai lapas sebanyak 70 orang dan warga binaan lainnya yang sudah melakukan peekaman EKTP sebanyak 272 orang tidak bisa menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4).

Pria yang akrab disapa Guru Khalil itu dengan raut muka yang kurang bersahabat meminta penjelasan dari Kepala Badan Kesbangpol Banjar, H Aslam.

Baca: Syahrini Berjalan Pincang Menuju TPS, Ternyata Reino Barack Bikin Kaki Teman Luna Maya Itu Terluka

Baca: Begini Pengorbanan Polwan Polres Banjar, Rela Berpanas-panas Bagikan Nasi Bungkus Usai Salat Jumat

Baca: Surat Terbuka Sutradara ke Penonton Jelang Rilis Avengers: Endgame pada 24 April 2019

Baca: Ratusan Napi Rutan Marabahan Batola Gigit Jari Tak Bisa Nyoblos, Hanya Ada 9 Surat Suara

Didampingi Kodim 1006/Martapura, Letkol Arm, Siswo Budiarto, dan Kepala Lapas Perempuan, Yuneningsih serta Ketua Ketua TPS Lapas Perempuan, Nurul Fitriah, H Aslam pun berupaya memanggil komisioner KPU Banjar untuk memberikan penjelasan.

Kepala Lapas Matapura, Yuneningsih mengatakan, pihaknya sudah berupaya dari awal agar pegawai lapas dan warga binaan yang sudah melakukan perekaman EKTP bisa menggunakan hak pilihnya, sudah melaporkan ke Disdukcapil dan KPU Banjar, namun ternyat tidak telaporkan data hasil perekaman KTP elektronik ke KPU.

"Akhirnya menunggu surat suara sisa atau TPS luar lapas. Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) warga binaan ada 19 orang, petugas lapas ada 70 orang, namun logistik yang tiba setelah kami cek surat suara cuma ada dua," katanya.

Warga binaan yang melakukan proses EKTP sebanyak 414 orang, namun yang bisa melakukan perekaman EKTP ada 272 orang, hanya satu saja yang dapat menggunakan hak pilihnya.

Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Banjar, Muslihah begitu tiba di Lapas Perempuan Martapura menjelaskan, keterlambatan pelaksanaan pemungutan suara di TPS lapas ini karena surat suara tidak terakomodir, karena untuk surat suara bagi DPTb ini tidak tersedia.

Untuk mengatasi permasalahan itu dengan mengambil sisa surat suara dari TPS lain di luar lapas. DPT di lapas hanya satu orang, karena dia merupakan warga Tanjungrema Martapura sendiri.

Dijelaskannya, terkait warga binaan yang sudah melakukan perekaman EKTP tetapi tidak bisa masuk DPTb semuanya karena ketika ingin mendaftarkan A5, KPU Banjar tidak bisa melayani karena sudah tidak bisa lagi menarik datanya. Mengingat H-7 pencoblosan, 10 April 2019 tidak bisa lagi memroses A5.

"Pukul 11.00 wita kami akan mulai bergerak mengumpulkan surat suara sisa dari TPS lain, tetapi bisa saja DPTb mendaftar untuk mencoblos pukul 12.00 wita. Tanjungrema ini ada total 31 TPS, jika dari TPS lainnya di Tanjungrema ini tidak bisa memenuhi, maka kami upayakan dari TPS luar Tanjungrema," ujarnya.

Baca: Jadwal & Prediksi Manchester City vs Tottenham Hotspurs Leg 2 Perempatfinal Liga Champions Malam Ini

Baca: Surat Terbuka Sutradara ke Penonton Jelang Rilis Avengers: Endgame pada 24 April 2019

Guru Khalil bersama Forkopimda Banjar itu dengan seksama mendengarkan penjelasan dari anggota Bawaslu Banjar itu. Sebelum meninggalkan Lapas Perempuan, Guru Khalil pun berpesan kepada Komisioner KPU, Muslihah untuk tanggungjawab, langsung disahut Muslihah "siap".

"Tanggungjawab," tegas Guru Khalil saat bersalaman dengan Muslihah, sembari meninggalkan TPS 31 Lapas Perempuan Kelas II A Martapura diikuti Forkopimda dan beberapa kepala dinas yang mendampingi orang nomor satu di Pemkab Banjar itu.

"Siap Pak," sahut Muslihah. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved