Berita Kabupaten Banjar

Relokasi Perkantoran Belum Dipioritaskan, Bappelitbang Banjar Pertimbangkan Solusi Ini

Program relokasi perkantoran di lingkup Pemkab Banjar yang digaungkan era pemerintahan Bupati H Khairul Saleh beberapa tahun silam, tak berlanjut.

Relokasi Perkantoran Belum Dipioritaskan, Bappelitbang Banjar Pertimbangkan Solusi Ini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Kepala Bappelitbang Banjar Galuh Tantri Narindra 

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan mall pelayanan publik tersebut saat ini sedang dikaji secara teknis. "Bahkan keinginan kami diupayakan tahun ini juga sudah bisa direalisasikan," tandas Tantri.

Baca: Ini Penjelasan KPU Banjar Satu DPT Satu TPS Dalam Lapas Perempuan Kelas II A Martapura

Apalagi Bupati berharap mall pelayanan publik tersebut bisa menjadi kenang-kenangan pemerintahannya untuk masyarakat Bumi Barakat. Masa pemerintahan bupati berakhir 2021 sehingga realisasi mall tersebut perlu dipercepat.

Pihaknya saat ini juga sedang mengoordinasikan hal tersebut dengan SKPD terkait. Diharapkan dalam waktu yang tak terlalu lama tercapai kesepakatan dan komitmen bersama sehingga perealisasiannya juga bisa segera diwujudkan.

Dimana tempatnya? "Itu juga sedang dipikirkan, tapi yang jelas diupayakan di jalur koridor utama di kawasan Jalan A Yani, Martapura," ucap Tantri.

Di jalur jalan protokol tersebut, lanjutnya, ada perkantoran maupun asset gedung lainnya milik Pemkab Banjar yang memungkinkan dimanfaatkan untuk mall pelayanan publik.

Lantaran kelak bakal menjadi pusat pelayanan masyarakat, gedung mall pelayanan publik meski dilengkapi area paekir yang memadai. Pasalnya tiap hari bakal banyak warga yang datang mengurus beragam keperluan, baik perizinan usaha, administrasi kependudukan maupun lainnya.

Kalangan warga menyambut gembira rencana pendirian mall pelayanan publik tersebut. "Itu sangat bagus karena memudahkan masyarakat berurusan. Kalau bisa secepatnya saja," ucap Syahrani, warga Martapura.

Ia lantas menyebut berdesak-desakannya warga saat mengurus KTP di kantor Dinas Dukcapil di Jalan Batuah. "Itu memang kurang layak untuk kantor layanan publik karena kantornya sempit, halamannya pun cuma secuil," tandasnya.

Baca: Demi Pemungutan Suara Pemilu 2019 Lancar, Relawan Demokrasi Banjar Rela Lakoni Hal Ini

Ia mengaku kasian saat melihat warga yang harus berdesakan saat antre menunggu perekaman KTP elektronik. Bahkan saat hujan, airnya kerap membias ke area ruang tunggu.

Beberapa hari lalu Kepala Dinas Dukcapil Banjar, Azwar, mengakui selama ini banyak masyarakat yang mengeluh akibat sempitnya ruangan dan halaman. Pasalnya, sekadar untuk parkir kendaraan roda dua pun tak mencukupi.

Pihaknya per tanggal 30 Januari 2019 lalu telah melayangkan surat ke Bappelitbang Banjar untuk mengusulkan relokasi kantor Dukcapil ke tempat lain yang lebih layak. "Tempatnya dimana terserah saja," ucap Azwar.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved