B Focus Banua Anam

Terganjal Aturan, Pasien dari Damanhuri Tak Bisa Dirujuk ke RSUD Brigjend h Hasan Basry

Sebenarnya, RSUD Brigjend H Hasan Basry di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) juga memiliki dokter spesialis jantung.

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
B Focus edisi cetak (17/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebenarnya, RSUD Brigjend H Hasan Basry di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) juga memiliki dokter spesialis jantung.

Sayangnya, meski jarak lebih dekat, rujukan pertama pasien dari RSUD Damanhuri idak bisa dilakukan ke RSUD Brigjend H Hasan Basry.

Sebab, RSUD Brigjend H Hasan Basry sudah bertipe B. Sedangkan aturan fasilitas kesehatan, rujukan berjenjang harus mulai dari rumah sakit bertipe D, C, B hingga A.

Saat ini, status RSUD H Damanhuri masih bertipe C.

Sehingga, rujukan pertama harus rumah sakit yang bertipe sama.

Kalau harus Tanjung, jaraknya lebih jauh dari pada ke Kandangan.

Baca: RSUD Damanhuri Bakal Tak Memiliki Dokter Jantung, ini Risikonya bagi Pasien

Baca: Pengakuan Memalukan Boy William pada Rossa, Mantan Pacar Ivan Gunawan Bereaksi Tak Terduga

Baca: Ustadz Abdul Somad Bagikan Doa Sebelum Mencoblos di Pilpres 2019 yang Bagian Pemilu 2019

Baca: Hasil Exit Poll dan Quick Count Pilpres 2019 (Pemilu 2019) Diumumkan Usai Coblosan, Lihat Bedanya

Baca: Perbedaan Keluarga Maia Estianty dan Ahmad Dhani Soal Nyoblos Pilpres 2019, Suami Mulan Jameela?

Sistem rujukan ini membuat warga HST waswas.

Mereka khawatir jika pengobatan jantung dilakukan ke Tanjung.

Warga Jalan PM Noor, Barabai, Ruhanah, berharap ada dokter pengganti di RSUD H Damanhuri.

Terlebih, dirinya intensif berobat atas penyakit jantung yang diderita.

"Saya berharap RSUD Damanhuri bisa mencari dokter jantung pengganti, supaya memudahkan saya berobat dan tak perlu ke luar daerah. Kalau kejauhan, khawatir kelelahan," bebernya.

Pengidap penyakit jantung yang rutin berobat jantung di RSUD H Damanhuri adalah Salamah.

Warga Banua Budi ini sudah tiga bulan menjalaninya.

“Sudah tiga bulan ini rutin berobat. Kata dokter, bulan depan saya berobat ke poliklinik penyakit dalam saja lagi," katanya.

Ia tak mengetahui apakah berpindah ke poliklinik penyakit dalam ada kaitannya dengan masa tugas dokter spesialis jantung di RSUD Damanhuri.

"Ya mungkin karena saya sudah enakan sehingga bulan depan cukup ke poli penyakit dalam," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved