Opini Publik

Menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa

Dua tahun berturut-turut, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mendorong pelaksanaan Bursa Inovasi Desa pada semua kabupaten di Kalsel.

Menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa
banjarmasinpost.co.id/elhami
Bupati Balangan Ansharuddin saat membuka acara Bursa Inovasi Desa Kabupaten Balangan. 

Pada kecamatan-kecamatan yang alokasi DOK TPID anggarannya kecil dan jumlahnya desa relatif sedikit, Bursa sebagai forum pertukaran pengetahuan bisa dikemas dalam bentuk FGD. Acara Bursa dengan format FGD bisa dibuka dengan pemutaran sejumlah video yang memuat menu-menu inovasi desa. Kepala desa atau perangkat lain yang mewakili desa, ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) serta pelaku inovasi dan pemangku kepentingan lainnya merupakan para peserta yang memiliki otoritas untuk memberikan komentar, maupun menceritakan pengalamannya berinovasi sebagai pembanding. Tempatnya bisa di Balai Desa atau Gedung Serba Guna yang selama ini juga sudah berfungsi sebagai sarana olahraga desa.

Pertukaran Pengetahuan di Pasar Tungging Selama ini kita hanya melihat pasar rakyat atau pasar tradisional yang disebut pasar tungging sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual. Pembelinya harus menunduk atau nungging pada saat belanja. Pedagang-pedagangnya duduk lesehan di lapak-lapak yang terhampar di jalan atau tanah lapang.

Ada pula pasar desa yang lebih permanen, lapak-lapaknya diberi canopy dan meja. Beroperasi pada hari-hari tertentu di sejumlah lokasi dan hampir selalu ramai dipenuhi pengunjung dari penduduk yang tinggal di sekitar lokasi. Pasar seperti ini terdapat di hampir semua desa dan kampung yang terdapat di Kalsel.

Bursa 2019 sebenarnya dapat memanfaatkan, mengembangkan dan mengoptimalkan lebih lanjut fungsi ini. Pertukaran barang dan jasa yang berlangsung saat ini bisa dilengkapi dengan pertukaran ide, pengetahuan dan pengalaman berinovasi. Komunikasi yang dimulai dari proses tawar-menawar, bisa dilanjutkan atau diselingi dengan bapapandiran, menceritakan atau berbagi pengalaman.

Warga desa yang memiliki kemampuan seni, misalnya mamanda atau musik panting, bisa diberikan panggung tampil menghibur peserta Bursa dan pengunjung pasar.

Agar lebih menarik, bisa dibuat film layar tancap yang menyajikan menu-menu inovasi desa. Video yang mengisahkan keunikan dan kekhasan Pasar Papringan di Desa Ngadirono Kabupaten Temanggung yang menyediakan berbagai produk dan kuliner khas lokal dilengkapi sarana ruang baca dan tempat bermain anak bisa disorot menggunakan infokus agar bisa ditonton para pengunjung pasar.

Penggunaan koin dari bambu sebagai alat tukar di Pasar Papringan bisa menjadi pembelajaran awal lahirnya uang dan uang barang pada masa lalu.

Hasil capturing atas kegiatan pasar terapung dan sejumlah pasar desa yang menampilkan atraksi seni tradisional dan menyediakan door prize untuk menarik para pengunjungnya, bisa pula ditampilkan sebagai menu lokal. Meskipun yang direkomendasikan hanya 15 dokumen, sebenarnya masih banyak hasil capturing dari kegiatan 2018 yang ditampilkan atau kembali ditampilkan pada Bursa 2019 ini.

Demikian juga menu-menu lain, baik dalam bidang-bidang infrastruktur desa, sumberdaya manusia maupun pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan desa. Juga yang berkaitan dengan teknologi tepat guna, pelayanan dasar dan tata kelola pemerintahan. Tentunya, setelah dilengkapi dan diperbaiki penyajiannya.

Seandainya anggarannya masih memadai, baik melalui dukungan dana desa maupun sponsor perusahaan dan sumber-sumber pembiayaan lainnya, demonstrasi yang proses atau teknologi tertentu akan lebih menarik dan membantu pembelajaran bagi perangkat desa maupun khalayak pada umumnya.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved