Berita Tanahbumbu

NEWSVIDEO : Menengok Lokasi Pembuatan Kapal di Desa Pagar Ruyung Tanah Bumbu

Berjarak lebih kurang satu kilometer, menuju arah sungai besar bernama sungai Pagatan terdapat lokasi khusus pembuatan kapal.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Tidak seperti di era tahun 1980an, geliat pembuatan kapal finisi di Kabupaten Tanahbumbu perlahan-lahan mulai tergerus. Kendati demikian masih ada beberapa perajin mencoba bertahan, di tengah kesulitan mendapatkan bahan baku utama kayu ulin.

Di Desa Pagar Ruyung, Kota Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Tanahbumbu. Ekspedisi banjarmasinpost.co.id, di sebuah gang sempit persis berada di tempat pemakaman umum (TPU).

Berjarak lebih kurang satu kilometer, menuju arah sungai besar bernama sungai Pagatan terdapat lokasi khusus pembuatan kapal.

Baca: 7 Amalan Khusus Malam Nisfu Syaban 2019, Ini Bacaan Niat Puasa Syaban & Doa Buka Puasa Syakban

Baca: The Greatest Of 1001 Nights, Suguhkan Menu Bervariatif Sambut Ramadhan

Baca: Aditia Dwi Nursanti, Duta Anggrek Segudang Prestasi, Bersuara Merdu dan Pandai Menari

Baca: Jawaban Menohok Zaskia Gotik Saat Ditembak Hotman Paris, sang Pengacara Beri Deadline

Dari ruas jalan utama tidak terdengar suara bising, namun suara itu mulai jelas terdengar 50 meter saat akan memasuki lokasi pembuatan kapal.

Di lokasi galangan berada di lahan cukup luas, belasan orang pekerja tampak sibuk. Masing-masing dari mereka melakukan kegiatan pembuatan kapal finisi berukusan cukup besar, rata ukuran bobor 30 Groostone (GT).

Keberadaan galangan atau pembuatan kapal tersebut sudah ada sejak 1983, hingga sekarang masih bertahan karena masih adanya pelanggan memesan dibuatkan kapal.

"Kalau dulu yang banyak pesan dari instansi Pemerintah, Dinas Kelauatan dan Perikanan. Bisa pesan sampai lima kapal," tutur Haji Mardini pemilik galangan sekaligus pemodal pembuatan finisi tersebut

Selain persaingan di era modernisasi, membuat usaha pembuatan kapal kian terpuruk karena sulitnya mendapat bahan baku seperti jenis kayu halaban dan ulin sebagai bahan baku utama pembuatan kapal.

"Sekarang bahan baku sulit, menyelesaikan satu kapal saja bisa sampai lima bulan. Itu pun kadang sering bertukar material di satu kapal dengan kapal lainnya. Setelah bahan baku datang baru digantikan," jelas Mardini.

Adapun untuk biaya pembuatan kapal, satu kapal dengan bobot 30 GT rata-rata Rp 850 juta. Sedangkan pemesan kebanyakan dari luar daerah, seperti Papua, Irian Jaya dan Berau.(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved