Tips Mengasuh Anak

Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua Ketika Marah Mendidik Anak, Jangan Berteriak!

Apa yang bisa dilakukan orangtua ketika amarah Memuncak pada Anak, Jangan Berteriak

Editor: Royan Naimi
Shutterstock
Meski sudah berusaha menjadi orangtua yang rasional saat menghadapi ulah anak, namun terkadang ada saja kejadian yang membuat amarah kita memuncak dan berteriak. 

Saran Nina Howe, profesor bidang pendidikan anak usia dini untuk mendidik anak dengan tidak berteriak

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terkadang orangtua tak dapat menaha emosi saat menghadapi atau mengasuh anak, lalu berteriak kepadanya.

Padahl mendidik anak dengan cara berteriak tidaklah bagus bahkan merugikan pada anak.

Meski sudah berusaha menjadi orangtua yang rasional saat menghadapi ulah anak, namun terkadang ada saja kejadian yang membuat amarah kita memuncak dan berteriak

Apa yang bisa dilakukan orangtua ketika amaraha memuncak pada anak, ini yang harus dilakukan:

1. Ketahui apa yang memicunya. Teriakan biasanya dipicu oleh sesuatu yang spesifik, misalnya stres di kantor atau sebenarnya sedang kesal dengan pasangan.

2. Memahami apa yang mendasari kemarahan akan membantu kita membuat respon atau sikap yang rasional.

3. Berteriak bukanlah bentuk komunikasi karena hanya membuat anak untuk diam dan bukan mendengarkan.

4. Pertama-tama kita harus tenang dulu, lalu bicarakan pada anak kalau sikapnya tidak baik dan bagaimana yang seharusnya.

5. Jika anak masih terus melakukan kesalahannya, beri hukuman. Misalnya memberinya time-out.

6. Kemudian jika ia sudah tenang sampaikan alasan mengapa ia tidak boleh mengulangi perilakunya lagi.

Baca: 4 Cara Menjaga Suhu Lemari Es dan Frezeer Serta 3 Cara Menyimpan Makanan dalam Kulkas

Baca: Jadwal, Doa & Niat Puasa Nisfu Syaban dalam Bahasa Arab dan Latin Lengkap dengan Artinya

Baca: Jadwal, Doa & Niat Puasa Nisfu Syaban dalam Bahasa Arab dan Latin Lengkap dengan Artinya

Memarahi anak atau menegurnya dengan berteriak ternyata dilakukan 90 persen dari 1000 orangtua yang disurvei dalam penelitian yang dimuat di Journal of Marriage and Family.

Lebih dari itu, keluarga yang memiliki anak berusia di atas 7 tahun hampir 100 persennya pernah berteriak sambil marah ke anak.

“Orangtua berteriak karena mereka seolah ditarik ke segala arah dan mulai frustasi. Misalnya mereka melihat anak mereka bertengkar atau melakukan sesuatu yang dilarang,” kata Nina Howe, profesor bidang pendidikan anak usia dini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved