Opini

Ketidakadilan di Dunia Pangkal Petaka Akhirat

ALHAMDULILLAH pemilu serentak 17 April 2019 selesai, tinggal menunggu hasil akhir. Sebenarnya sudah ada takdir ketentuan Allah.

Ketidakadilan di Dunia Pangkal Petaka Akhirat
Airul Syahrif
KH Husin Nafarin MA 

Menyaksikan peristiwa itu, orang-orang yang tidak beriman bersungut, ya laitani kuntu turaba, Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah. (QS 78/40).

Ada pasutri berjuang bersama menduduki lembaga legislatif. Setelah berhasil, sang suami selingkuh. Akhirnya kawin dengan alasan mau mengikuti sunah rasul dan mengayomi wanita. Poligami tidak terlarang, tapi bertindaklah adil.

Fakta bicara, istri tua disia-siakan, bahkan miliknya dibawa ke istri muda. Istri tua gigit jari, jadilah ia bagai judul sinetron, Bidadari Yang Terluka.

Anak-anakpun tidak terurus, rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat istirahat, sakinah, mawaddah dan rahmah; kini menjadi berantakan, broken home kata orang.

Allah SWT ingin memuliakan Nabi Yusuf AS dengan menjadikan matahari, bulan dan sebelas bintang sujud kepadanya; tak lain adalah kedua orangtuanya dan sebelas saudaranya.

Tetapi mengapa Allah SWT mengisahkan peristiwa sebelumnya, betapa Yusuf dijebloskan ke dalam sumur, terjual dengan harga murah, terpenjara dan penderitaan lainnya; karena didahului pilih kasihnya Ya’kub AS terhadap Yusuf dan saudaranya dari yang lain.

Hal ini dikisahkan panjang lebar di dalam Alquran, bahkan dikatakan sebaik- baik kisah guna menjadi pelajaran bagi manusia. (QS 12/3-100).

Ucapan selamat buat para pemenang. Bersyukurlah kepada Allah dan pujilah Dia dan mohon ampun kepada-Nya. (QS 110/3). Jangan kiranya berjingkrak-jingkrak lupa daratan, menari-nari di atas kepedihan orang lain.Kini terpikul beban berat di pundak kalian untuk merealisasikan janji-janji yang pernah diucapan; muda berkarya, tua berpengalaman, amanah, jujur, entah apa lagi.

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved