Berita Banjarmasin

Ikuti Program GSPI 2019 di Jateng, Nanang Galuh Kalsel Harus Tinggal Bersama Orangtua Asuh

Pengalaman berharga dirasakan 3 anak muda Kalsel, Lubna, Achmad Harfan dan Ridho Anshari yang mengikuti GSPI (Gladian Sejarah Pemuda Indonesia) 2019.

Ikuti Program GSPI 2019 di Jateng, Nanang Galuh Kalsel Harus Tinggal Bersama Orangtua Asuh
istimewa/lubna
Perwakilan Nanang Galuh Kalsel 2018 saat mengikuti program GDPI 2019 di Jawa Teng, 4-7 April 2019 lalu. 

Tambah Lubna, kegiatan ini dalam rangka penguatan pendidikan karakter bagi pemuda-pemudi Indonesia dan mendukung Gerakan Nasional Cinta Tanah Air.

"Saya masuk kelompok Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik. Kami tinggal di rumah orangtua asuh.
Banyak aktifitas kami, melaksanakan FGD dengan warga tempat kami tinggal," paparnya.

Baca: Doa Malam Nisfu Syaban Jatuh Pada Malam Ini, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Keutamaan Nisfu Syaban

Kemudian ada kunjungan inspiratif, kelompoknya ke Vihara Buddhagaya Watugong dan Ke Pasar Srondol.

"Kami juga banyak belajar tentang kerajinan tangan masyarakat setempat, macam batik ecoprint dan suvenir-suvenir khas daerah tersebut. Kami juga bikin laporan harian untuk setiap kegiatan," terangnya.

Saat penutupan GSPI, wilayah Kecamatan Banyumanik menampilkan banyak kesenian, ada tari, pantun, dan lain-lain, dan Lunna sendiri berkesempatan menyanyikan lagu Ampar-Ampar Pisang di depan 750 peserta dan pejabat pemerintah.

Mereka juga menampilkan gabungan tari dan paduan suara dengan lagu dari tiga provinsi di Indonesia yaitu diawali lagu Indonesia Pusaka lanjut Ilir-Ilir, Ampar Lisang, dan ditutup Yamko Rambe Yamko.

"Kesannya sangat menyenangkan. Kita bisa mendapatkan pengalaman luar biasa, bertemu dan berkenalan dengan pemuda-pemudi dari daerah lain di seluruh Indonesia. Bisa akrab satu sama lain dan saling menjaga persatuan," tukasnya.

Baca: Jelang Audisi Nanang Galuh Banjar 2019 Kabupaten Banjar, Panitia Ingatkan Hal Ini pada Peserta

Sedih dan mengharukan adalah ketika harus berpisah dengan teman-teman di kelompok, karena sudah sangat akrab.

"Pasti rindu dengan kebiasan kita sehari-hari di sana, mulai sholat berjamaah, makan bareng, bersendagurau dan sharing. Saya harap suatu saat kami bisa reuni kembali dan GSPI diadakan saban tahun," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved