Berita Kalteng

Beras Petani Kalteng Masih Dikuasai Tengkulak, Penyebabnya Akses Jalan Tidak Mendukung 

Petani di Kalimantan Tengah hingga saat ini masih banyak yang menjual hasil pertaniannya berupa beras ke para tengkulak.

Beras Petani Kalteng Masih Dikuasai Tengkulak, Penyebabnya Akses Jalan Tidak Mendukung 
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Beras lokal yang dibeli Bulog Kalteng saat disimpan di gudang Bulog. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Para petani di Kalimantan Tengah hingga saat ini masih banyak yang menjual hasil pertaniannya berupa beras ke para tengkulak yang datang ke lokasi pertanian untuk membeli padi dengan harga murah.  Beras kemudian dijual lagi ke para pedagang di Kalimantan Selatan.

Para tengkulak ini, saat para petani melakukan panen padi, sengaja datang ke sawah untuk membeli beras dengan harga murah, disaat petani kesulitan dalam memasarkan hasil tanaman padi mereka, sehingga tak ada pilihan terpaksa menjual ke tengkulak.

"Petani kesulitan dalam memasarkan hasil tani, karena akses jalan darat susah belum bisa tembus karena rusak berat, sehingga ketika tengkulak datang lewat sungai membeli hasil pertanian, terpaksa dijual ke tengkulak. ini, karena akses jalan untuk menjual hasil tani belum tersedia," ujar Lodewyk CH Iban, Anggota Komisi B DPRD Kalteng, saat berkunjung ke petani Kapuas, Senin (22/4/2019).

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Semifinal Liga Champions Barcelona vs Liverpool & Tottenham vs Ajax

Baca: Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Tinjau Pelaksanaan UNBK, Hari Pertama Berjalan Lancar

Baca: DPRD Kalsel Sayangkan Ekstensi Layanan Samsat Sempat Terhambat, Khawatir Pendapatan Lepas Target

Dikatakan dia, selama pihaknya melakukan kunjungan ke lapangan di Kapuas maupun di Pulangpisau keluhan petani sama.

Mereka susah memasarkan hasil pertanian mereka karena belum didukung infrastruktur khususnya jalan yang memadai, sehingga memilih menjual ke para tengkulak yang datang ke sawah.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog Kalteng, Faisal , dalam beberapa kali ditanya wartawan, mengatakan, pihaknya sudah menyerap hasil pertanian petani lokal, untuk dibeli dengan harga standar, terutama ketika pasokan beras dari luar kurang, sehingga untuk menutupinya dengan membeli beras produksi lokal.

Baca: Komputer Minim, SMPN 3 Martapura Gelar UNBK di Tempat Ini

"Saat ini stok beras yang ada di gudang bulok kalteng bukan hanya kiriman dari pulau jawa saja, tetapi juga banyak produksi petani lokal di Kalteng, beras lokal ternyata tidak kalah bersaing dengan beras produksi dari pulau jawa. Kami terus melakukan penyerapan untuk beras produksi petani lokal," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved