Berita Kabupaten Banjar

Kejar Target Nasional Bikin Akta, Disdukcapil Teken MoU dengan Dua Rumah Sakit Ini

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banjar terus berupaya mendorong ketertinggalan agar capai target nasional.

Kejar Target Nasional Bikin Akta, Disdukcapil Teken MoU dengan Dua Rumah Sakit Ini
HO/Diskominfo Banjar
Penandatangan MoU Disdukcapil Banjar dengan RS Pelita Insani dan RS Mutiara Bunda 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Pencatatan adminitratif kependudukan di Kabupaten Banjar, khususnya bagi yang baru lahir usia 0-18 bulan masih jauh dari target nasional, yakni 85 persen.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banjar terus berupaya mendorong ketertinggalan agar capai target nasional.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banjar memperluas layanan kepada warganya. Disaksikan Bupati Banjar, H Khalilurrahman didampingi Sekda Banjar, H Nasrun Syah, Disdukcapil Banjar menandatangani MoU dengan RS Pelita Insani dan RS Mutiara Bunda, Senin (22/4).

Kepala Disdukcapil Banjar, H Azwar mengatakan, MoU dengan dua rumah sakit ini sebagai bentuk perluasan pelayanan kepada warga masyarakat di Kabupaten Banjar.

Pihaknya sudah bekerjasama dengan RSUD Ratu Zalecha Martapura dan RS Citra Mitra Hospital Ciputra Kertakhanyar Kabupaten Banjar dan ditambah dua rumah sakit.

Baca: UNBK di SMPN 9 Banjarmasin Sempat Tertunda Satu Jam, Jaringan Internet Alami Gangguan Mendadak

Baca: Tak Ingin Menyakiti, Petani Tebingsiring Pilih Cara ini untuk Mengusir Bekantan

"Total sudah ada empat rumah sakit yang bekerjasama dengan Disdukcapil Kabupaten Banjar dalam memroses akta kelahiran bayi di rumah sakit. Begitu orangtua dan bayinya meninggalkan rumah sakit tempat melahirkan, maka sudah membawa akta lahir," katanya.

Pihaknya bersyukur, program ini mendapat respons positif dari rumah sakit-rumah sakit yang menjalin kerjasama. Oleh sebab itulah, pihaknya menghimbau bagi ibu hamil yang mau melahirkan anaknya di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan Disdukcapil Banjar agar menyiapkan nama anak.

Pihak rumah sakit menyiapkan jaringan, begitu ada informasi data yang masuk maka sudah bisa memroses akta kelahiran secara online. Inilah upaya jemput bola untuk mengejar target nasional, dan diakuinya Kabupaten Banjar saat ini memang masih berada dibawah target nasional.

kepemilikan akta lahir adalah program nasional bagi seluruh penduduk, memiliki akta khususnya anak yang berusia 0- 18 tahun. Kabupaten Banjar melaksanakan program nasional tersebut sejak 2015, sudah melakukan penerbiran dan penertiban administrasi kependudukan.

“Untuk kabupaten Banjar anak yang brusia 0-18 tahun ada sekitr 173 ribu anak. Dari situ baru mencapai 62 persen yg memiliki akta kelahiran pada 2018 sehingga memang masih banyak yang belum memiliki akta,” imbuh Azwar.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved