Berita Banjarbaru

Rombongan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta ikut belajar Diklat SAR Planning

Pembukaan Diklat SAR Planning Angkatan XXVI Tahun 2019 digelar, Senin (22/4), di Ruang Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.

Rombongan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta ikut belajar Diklat SAR Planning
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Pembukaan Diklat SAR Planning Angkatan XXVI Tahun 2019 digelar, Senin (22/4), di Ruang Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pembukaan Diklat SAR Planning Angkatan XXVI Tahun 2019 digelar, Senin (22/4), di Ruang Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.

Diikuti 25 orang berasal dari Pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin sebanyak 13 Orang.

Juga dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta sebanyak 12 Orang.

Instruktur dari Kantor Pusat dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin berlangsung selama 17 hari hingga 08 Mei 2019.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin Mujiono langsung membuka kegiatan itu.

Membacakan sambutan Deputi Bina Tenaga dan Potensi, Mujiono mengatakan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang sebenarnya, perencanaan menjadi kunci utama berhasil atau gagalnya operasi pencarian dan pertolongan.

Baca: Status Janda Ayu Ting Ting Jadi Penghalang Shaheer Sheikh Meski Akui Jatuh Cinta pada Ibu Bilqis

Baca: Meditasi Mpu Harus, Ungkap Sosok Sebenarnya Raja Majapahit Hayam Wuruk & Gajah Mada

Baca: Masa Lalu Erin Taulany, Istri Andre Taulany yang Dilaporkan karena Menghina Prabowo Terungkap

Baca: Halangan Billy Syahputra Nikahi Elvia Cerolline, Pengganti Hida Vitria, Nikita Mirzani Bilang Ini

Perhitungan yang presisi mulai dari titik duga lokasi kejadian, daerah pencarian, pengerahan personel dan peralatan baik dari Basarnas maupun potensi yang dibutuhkan, sarana prasarana pendukung baik di darat, laut maupun udara, koordinasi lintas sektoral dengan potensi hingga pembuatan pelaporan akhir akan ditransformasikan secara mendalam pada diklat ini.

Adapun output yang diharapkan setelah pelaksanaan diklat SAR planning ini nanti, Basarnas akan memiliki tenaga SAR Planner yang berkompeten dan dapat dihandalkan dalam mewujudkan target operasi Basarnas, yaitu berhasilnya pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan pada setiap waktu dan tempat secara cepat, handal dan aman.

“Bencana, kecelakaan maupun kondisi yang membahayakan manusia memiliki sifat unpredictable dengan segala karakteristik dan aspeknya tersebut menjadi tantangan di masa depan yang harus kita hadapi bersama. Basarnas sebagai pemangku kepentingan utama dalam operasi pencarian dan pertolongan wajib hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan ini tanggung jawab negara”, terang Mujiono saat membuka Diklat Angkatan XXVI.

Di Akhir Sambutannya Mujiono berharap agar Kegiatan Diklat ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved