Bumi Sanggam

Atasi Persoalan Sampah, Desa di Balangan Ini Lakukan Program Inovasi 

Inovasi dan ide baru dari hasil MMD tersebut terkait bagaimana keinginan mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna atau di daur ulang

Atasi Persoalan Sampah, Desa di Balangan Ini Lakukan Program Inovasi 
diskominfo balangan
kegiatan di desa paran kecamatan paringing dalam mengolah sampah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Guna mengatasi persoalan sampah yang selama ini terjadi, Desa Paran, kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalsel, mencoba menerapkan program inovasi.

Program inovasi muncul setelah digelarnya Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Desa Paran.

Inovasi dan ide baru dari hasil MMD tersebut terkait bagaimana keinginan mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna atau di daur ulang.

Akhirnya, petugas kesling yang bertugas membina kader kesling, ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Paran, memulai membentukan kelompok, lalu pengumpulan sampah, pembersihan sampah, pengeringan, mengolah pola, sampai menjahit dan hasil.

Masyararakat bersama kader sepakat menamai kegiatan ini dengan sebutan pemberdayaan masyarakat Baju Daur Ulang Sampah atau (Badusa).

Petugas Sanitasi Makanan di Puskesmas Paringin, Santy Ermasari, Selasa (22/4/2019) menjelaskan, dalam kegiatan ini kader keslinglah yang berperan penting, karena sampah sebagian diambil dari rumah kerumah oleh kader, ada juga masyarakat yang mengantar sampahnya langsung ke balai desa.

"Ternyata selain baju, masyarakat, kader dan ibu-ibu PKK juga bisa menghasilakan olahan lain seperti keranjang, bunga, tas dan dompet. Rencananya nantihasil olahan tersebut akan diikutkan dalam lomba inovasi desa, pameran, disewakan buat sekolah yang mau mengikuti karnaval," ujarnya.

Masih disampaikannya, tujuan dibentuknya program inovasi ini adalah merubah perilaku masyarakat yang tadinya buang sampah sembarangan menjadi memanfaatkan sampah.

Kemudian menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta menciptakan keterampilan bagi masyarakat dan ibu-ibu PKK desa.

"Kami berharap inovasi ini terus berjalan dan berkembang sehingga nantinya bisa jadi contoh atau acuan buat desa lain. Dimana mampu menghasilkan keterampilan yang bervariasi, sehingga bisa jadi sumber pendapatan bagi masyarakat desa," tutupnya.(aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved