Berita Banjarmasin

Hari Bumi, Para Mahasiswa ini Berjanji Tak Akan Berhenti Memperjuangkan Meratus

Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, kemarin siang sejumlah mahasiswa gabungan kota Banjarmasin menggelar aksi long march.

Hari Bumi, Para Mahasiswa ini Berjanji Tak Akan Berhenti Memperjuangkan Meratus
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Selasa (23/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, kemarin siang sejumlah mahasiswa gabungan kota Banjarmasin menggelar aksi long march.

Berjarak sekitar lima kilometer, para mahasiswa bergerak dari Kampus UIN Antasari Kecamatan Banjarmasin Timur, dan berakhir di bundaran Hotel A, Jalan Lambung Mangkurat Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Tidak hanya melaksanakan long march, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) itu juga menggelar orasinya di tengah bundaran Hotel A.

Dari orasi tersebut, mereka mengangkat tema Save Meratus End Coal, atau yang berarti lindungi Meratus dan hentikan pertambangan.

Baca: Jadwal Penerimaan PPPK/P3K 2019 dan CPNS 2019 Usai Pemilu 2019? Cek Syarat, Formasi dan Tahapannya

Baca: Pengakuan Tak Terduga Lucinta Luna Soal Jakunnya di Video Jumpa Deddy Corbuzier Viral, Kena Santet?

Baca: Perilaku Asli Erin Taulany, Istri Andre Taulany yang Dilaporkan Hina Prabowo Diungkap Orang Dekatnya

Baca: Syahrini Ditantang Tiru Luna Maya Pamer Wajah Tanpa Make Up, Bagaimana Tanggapan Istri Reino Barack?

Orasi pun dilakukan secara bergantian dari beberapa mahasiswa.

Berlangsung di tengah kota, aksi tersebut pun mendapatkan pengawasan ketat oleh sejumlah anggota Kepolisian Resort Kota Banjarmasin.

Sementara Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi Hari Bumi, Fahrianor mengungkapkan peringatan Hari Bumi sendiri telah dilaksanakan sejak 1970 hingga sekarang.

Ia berharap dengan mengangkat tema isu lokal atau Save Meratus, pemerintah bisa membatalkan izin rencana pertambangan di Pegunungan Meratus.

Menurut mereka Meratus kini tengah terancam.

Sehingga sudah seharusnya pemerintah bisa mengakui kelola tanah adat di Meratus serta mendirikan sekolah pengadilan pertambangan yang peduli lingkungan hidup.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved