Berita HST

Salbiah Kecewa Tak Bisa Berikah Hak Suaranya Pada PSU di Matang Ginalun, Pandawan HST

Sayangnya, tak semua yang memilih di TPS 03 Desa Matang Ginalun pada pemilihan umum pada 17 April lalu bisa memberikan hak suaranya.

Salbiah Kecewa Tak Bisa Berikah Hak Suaranya Pada PSU di Matang Ginalun, Pandawan HST
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Proses perghitungan suara hasil pemungutan suara ulang (PSU) di Matang Ginalun, Pandawan HST, Rabu (23/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di tempat pemungutan suara (TPS) 03 Desa Matang Ginalun, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan pada Selasa (23/4/2019).

Sayangnya, tak semua yang memilih di TPS 03 Desa Matang Ginalun pada pemilihan umum pada 17 April lalu bisa memberikan hak suaranya.

Salbiah, merupakan warga Matang Ginalun yang tak bisa memberikan hak suaranya. Ia ditolak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di TPS 03 Desa Matang Ginalon.

Ia ditolak lantaran, Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ia miliki bukan berdomisili di Matang Ginalun. Salbiah masih mengantongi KTP dari Desa Cukai Lipai Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sedangkan syarat untuk memberikan hak suara adalah warga yang berdomisili di sana.

Baca: KPU Siap Gelar PSU Dua TPS di Pengaron, Bawaslu Banjar Enggan Beri Penjelasan

Baca: Pemungutan Suara Ulang akan Digelar untuk Dua TPS di HSU, Begini Penjelasan KPU

Baca: Keliru Masukkan Data C1 Capres Nomor Urut 01 dari 59 Jadi 259, KPU Tanahlaut Koreksi ke KPU RI

Salbiah mengaku kecewa karena tidak bisa memberikan hak suaranya. Padahal, ia sudah menjadi warga Matang Ginalun sejak dua tahun lalu. Ia membenarkan jika KTP yang ia miliki berbeda. Namun, menurutnya, untuk kartu keluarga sudah ia pindahkan.

“Kartu keluarga sudah pindah, KTP yang belum karena tidak sempat. Saya bingung tak bisa memberikan suara saya. Padahal, pada 17 April lalu saya memberikan suara saya di tempat ini atas rekomendasi kepala desa,” keluhnya.

Salbiah mengaku di Desa Cukai Lipai, ia juga tak mendapat undangan pemilihan karena sudah pindah tempat tinggal.

“Ya karena pindah jadi tidak ada. Mau bagaimana lagi, tapi rasa kecewa pasti ada tidak bisa memilih,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved