Berita HSS

Saprah Amal, Tradisi Masyarakat HSS Menggalang Dana untuk Fasilitas Publik

Saprah amal dengan membuka warung amal ini tradisi yang masih dipertahankan warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dalam mengalang dana.

Saprah Amal, Tradisi Masyarakat HSS Menggalang Dana untuk Fasilitas Publik
HO/Protokol dan Kehumasan HSS
Wakil BUpati HSS Syamsuri Arsyad, menghadiri Saprah amal yang dilaksanakan Yayasan Asshofa Kandangan dalam rangka menyelesaikan pembangunan musala As Shofa, Senin 22 April 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sering mendengar saprah amal? Ini adalah tradisi masyarakat di Hulu Sungai, dalam mengggalang dana. Bisa berupa lelang barang dalam kegiatannya,  bisa pula kegiatan membuka warung, dengan menyediakan berbagai menu makanan.

Kemudian mengundang warga kampung lainnya atau para donator untuk datang membeli.

Saprah amal dengan membuka warung amal ini tradisi yang masih dipertahankan warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dalam mengalang dana.

Adapun penggalangan dana yang dilakukan, 100 persen untuk membiayai kepentingan publik. Baik berupa fasilitas fisik seperti sekolah madrasah, tempat ibadah, serta operasional organisasi sosial seperti pemadam kebakaran dan kepentingan sosial lainnya.

Di HSS, saprah amal tak hanya mengundang masyarakat umum dan organisasi keagamaan. Tapi juga sering mengundang pejabat pemerintahan, dengan harapan mendapat bantuan sumbangan.

Baca: Pelari Gunung Pelaihari Gugur Saat Ikut Borneo Extreme Trail di Samarinda, Ini Firasat Ibunda

Seniman dan Budayawan dari Kandangan, M Fuad Rahman, kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (23/4/2019) menjelaskan, tradisi menggalang dana ini sudah lama dilakukan urang bahari (zaman dulu) di HSS. “Yang jelas saprah amal ini solusi menyiasati kekurangan dana.

Sekaligus menggerakkan masyarakat untuk berifak,”kata Fuad. Menurutnya, jika sekedar  mengajak masyarakat menyumbang, biasanya motivasinya kurang.

Tapi, jika ada saprah amal, situasi dan suasananya berbeda karena ada rasa tidak enak kalau tak datang. Selain itu, biasanya masyarakat lebih tertarik karena bisa datang berama-ramai atau berombongan. Pantia sendiri biasanya mengundang pas makan siang.

Dijelaskan Fuad, di HSS saprah amal sebenarnya identik dengan baaruhan (makan bersama semacam kenduri) yang dikemas dalam bentuk warung. Berbagai menu yang disediakan, biasanya nasi lengkap dengan lauk dan sayuran.

Baca: Rehab DAS, Kalsel Raih Penghargaan Terbaik Tingkat Nasional Untuk Tiga Kategori Berbeda 

Adapula yang menyediakan kue. Usai makan, mereka menyumbang kepada panitia penyelenggara, seikhlasnya. Meski panitia tak mengenakan tarif, para tamu undangan membayar dengan harga lebih tinggi dibanding makan di warung.

“Karena tujuannya beramal, atau berinfak untuk kepentingan umum,”kata Fuad lagi. Dari kegiatan tersebut panitia bisa mengumpulkan dana dalam jumlah yang lebih besar ketimbang mengedarkan celengan.

Dijelaskan, selain mengundang masyarakat umum, dan pejabat pemerintahan biasanya undangan ditujukan kepada pengurus-pengurus masjid, kelompok handil, sekolah-sekolah.

"Yang jelas, kalau sudah ada undangan saprah amal dari pantia, masyarakat Pahuluan itu masih kuat rasa kada nyaman kada datang (tak enak kalau tak hadir). Minimal, datang, kemudian ikut makan dan bayar semampunya,”jelas Fuad.

Baca: Polres HSU Siap Amankan Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Pemilu 2019 di Amuntai Tengah

Fuad menyatakan, tradisi saprah amal layak dipertahankan, selain sebagai solusi jika kesulitan dana untuk kepentingan fasilitas umum dan kegiatan sosial juga mengandung nilai-nilai positif, yaitu semangat berinfak. Serta semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun fasilitas umum yang tak tercover pemerintah.

“Lagipula, saprah amal menurut saya lebih terhormat ketimbang menggalang sumbangan di pinggir-pinggir jalan, karena mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi kecelakaan bagi petugasnya,”pungkas Fuad. (banjarmasinpost.co.id/hanani) 

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved