Pemilu 2019

119 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal, Begini Data Lengkapnya dan Harapan Pemilu ke Depan

anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi 119 orang.

119 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal, Begini Data Lengkapnya dan Harapan Pemilu ke Depan
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Foto almarhum Ganjar semasa hidup (yang dilingkari) salah seorang Ketua PPS di Kecamatan Karang Agung Banyuasin Sumsel yang meninggal saat bertugas sebagai KPPS Pemilu 2019 

Sementara 374 orang lainnya dilaporkan jatuh sakit dalam keadaan bervariasi.

Jumlah tersebut belum termasuk aparat keamanan dari kepolisian dan TNI, yang juga gugur saat bertugas memberikan pengamanan pada pelaksanaan pesta demokrasi lalu.

Polisi Meninggal

Sebanyak 15 anggota Polri gugur saat bertugas menjaga keamanan Pemilu 2019.

"Sampai dengan hari ini, informasi yang saya dapat dari SDM, ada 15 anggota yang gugur dalam melaksanakan tugas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Mereka gugur saat menjalankan tugas di berbagai daerah, seperti Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.

Dedi mengatakan, para anggota tersebut gugur karena kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda.

Selain itu, kondisi geografis tempat mereka bertugas juga memiliki tingkat kesulitan yang beragam.

"Kemudian kondisi secara geografis TPS tersebut berbeda-beda, ada yang sangat jauh, sulit.

Anggota polisi meninggal saat bertugas amankan TPS di Pemilu 2019 (Instagram @divisihumaspolri)

Makanya sebagian besar yang meninggal kan di luar Jawa," ujar Dedi.

"Kalau yang di Jawa disebabkan kecelakaan lalu lintas, dari Polsek menuju TPS, kemudian dari TPS menujuk ke PPK.

SDM Polri bakal melakukan analisa serta evaluasi proses pengamanan Pemilu 2019, setelah banyaknya anggota kepolisian yang gugur dalam tugasnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan pihaknya bakal mencari formulasi agar pengamanan Pemilu tidak lagi memakan korban anggota Polri.

"Tentunya dari SDM juga melakukan analisa dan evaluasi secara komprehensif dan jika dari segi kesehatan, segi waktu dan dari sisi-sisi lainnya akan diolah secara mendalam sehingga ke depan akan ada perbaikan-perbaikan tentunya," ujar Dedi di Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Dedi mengungkapkan ada peningkatan jumlah anggota yang meninggal pada Pemilu kali ini. Dirinya menilai hal ini diakibatkan oleh waktu pelaksanaan pengamanan Pemilu yang cukup panjang.

"Mulai dari pendistribusian logistik pemilu. Kemudian di TPS, kemudian pencoblosan dan penghitungan suara itu juga panjang sampai 8 sampai 10 jam lebih," tutur Dedi.

Selain itu, ada beberapa wilayah yang memiliki jarak hingga waktu tempuh yang sangat jauh. Dedi menyebut karena faktor itu banyak anggota Polri yang meninggal berasal dari luar Jawa. (Tribunnews.com/Kompas.com)

Hai Guys! Berita ini ada juga di TRIBUNNEWS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved