Kriminalitas Kalteng

Apa Jadinya Bila Pemuda Gangguan Mental Bobol Rumah Warga, Ini Barang yang Diambilnya

Aksi pencurian di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah tampak semakin marak belakangan, jika sebelumnya ada beberapa laporan pencurian

Apa Jadinya Bila Pemuda Gangguan Mental Bobol Rumah Warga, Ini Barang yang Diambilnya
Polda Kalteng
Barang bukti uang receh dan telepon selular rusak yang diambil pelaku saat diamankan petugas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Aksi pencurian di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah tampak semakin marak belakangan, jika sebelumnya ada beberapa laporan pencurian kendaraan bermotor, Selasa (23/4/2019) pukul 04.00 Wib, salah satu rumah warga di Jalan Sakan II Palangkaraya, dibobol seorang pemuda yang diduga mengalami gangguan mental.

Pemuda yang belum diketahui persis namanya ini, ditangkap sekuriti keamanan di Pasar Kahayan dan digelandang ke kantor polisi setelah tertangkap basah masuk rumah seorang warga dan mengambil barang pemilik rumah.

Riduansyah (17) warga jalan Sakan Palangkaraya, melaporkan aksi pencurian tersebut kepada polisi, karena nekat masuk rumahnya dengan cara membobol pintu dan mengambil uang dan telepon selular miliknya yang tersimpan di dalam tas.

Baca: Ketika Zaskia Sungkar Sebut Nagita Slavina Halu, Luna Maya Justru Katakan Ini ke Istri Raffi Ahmad

Baca: Andre Taulany Buru-buru Lapor ke Polda Metro Jaya, Gara-gara Curiga Akun Instagram Istrinya

Namun anehnya, barang yang diambil tersebut adalah dua telepon selular milik korban yang sudah rusak dan uang receh.

Keterangan, Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol, Hendra Rochmawan, Rabu (24/4/2019) menyebutkan, pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel pintu samping, kemudian masuk dan menemukan tas pemilik rumah.

Di dalam tas tersebut, pelaku mengambil uang receh dengan total Rp 99.000 satu buah telepon selular Merek Samsung S5 berwarna putih dan satu buah telepon selular merek Asiaphone berwarna putih. Anehnya, kedua ponsel tersebut dalam keadaan rusak

"HP yang berada dalam tas tersebut diambil, dan dimasukkan ke saku pelaku, kemudian pelaku ingin masuk kekamar pemilik rumah, saat itu korban melihat sehingga pelaku langsung lari keluar rumah menelpon keluarganya, bernama Rizaly, pelaku dikejar dan berhasil ditangkap, dibawa ke sekuriti Pasar Kahayan dan berlanjut membawanya ke kantor polisi," ujarnya.

Namun, keterangan dari warga sekitar pelaku selama ini dikenal mengalami gangguan kejiwaan atau gangguan mental.

Ini diperkuat lagi, saat dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku tidak bisa menjawab pertanyaan dengan baik yang diajukan.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved