Ekonomi dan Bisnis

Jelang Ramadan dan Tahun Ajaran Baru 2019, Penjualan KPR di Kalsel Alami Penurunan

Memasuki kuartal II 2019 penjualan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengalami perlambatan.

Jelang Ramadan dan Tahun Ajaran Baru 2019, Penjualan KPR di Kalsel Alami Penurunan
Istimewa/PT Jofa Dini Lestari.
Hunian KPR bersubsidi di Banjarmasin dan sekitarnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memasuki kuartal II 2019, penjualan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terindikasi mengalami perlambatan.

Seperti halnya dialami developer perumahan di Kalsel, PT Anugerah Fuja Perdana. Dijelaskan Direktur Utama, M Fikri, KPR subsidi di Kuartal II mengalami perlambatan perjualan dari Kuartal I.

"Penjualannya tidak seperti bulan-bulan kemarin. Mungkin karena akan memasuki tahun ajaran baru untuk sekolah, yang mana anak-anaknya, mungkin baru wisuda ingin melanjutkan kuliah lagi, serta bertepatan bulan ramadan yabg dipastikan kebutuhan terus bertambah," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (24/4/2019).

Umumnya Fikri mengatakan, perlambatan ini setiap tahun terjadi, menjelang bulan puasa kemungkinan besar penjualan menurun signifikan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya berupaya menggenjot penjualan melalui program buka stand dan geber promo.

Baca: Wisata Kalsel, Konsep City Tourism harus dibuat paket dan ditawarkan ke Wisatawan Nusantara

Baca: ULM Catat Sejarah Penantian 60 Tahun Akhirnya Lahirkan Doktor, Rektor : Tinta Emas Sejarah ULM

Baca: Hanya Satu Orang Difabel Lulus CPNS di Pemprov Kalsel. Peneliti Disabilitas ULM Protes

"Kami biasanya ikut membuka stand KPR di lokasi pasar wadai ramadan. Ada sebagian anggota yang ikut membuka stand disana dan ada juga membuka stand di tempat lain seperti mall dan pasar-pasar wadai ramadan di daerah lain," papar Fikri.

Demi menarik minat debitur, developer KPR yang tersebar di daerah Banjarmasin, Banjar, dan Batola ini memberikan potongan harga khusus selama ramadan.

Untuk mendongkrak penjualan, pihaknya menggratiskan biaya tabungan, DP, balik nama sertifikat dan biaya lainnya. Debitur hanya cukup membayar Rp 500.000 sudah bisa terima kunci.

"Berlaku untuk semua kalangan baik ASN maupun swasta dan wiraswasta, untuk lokasi proyek hanya berlaku di kabupaten Banjar seperti Sei Lulut, Tatah Belayung, Tatah Pemangkih, serta di kawasan Batola," katanya.

Baca: Jadi Model Saat Launching Busana Muslimah dan Jadi Best Seller, Begini Kata Model Ini

Baca: Baznas Kalsel Biayai 25 Ibu Hamil Prasejahtera Selama 6 Bulan, 10 Sudah Melahirkan di Kandangan

Baca: Analisa Roy Suryo Sikapi Pengakuan Istri Andre Taulany, Erin Taulany Saat Disebut Hina Prabowo

Perlambatan juga dialami developer lainnya di Kalsel. Dikatakan Dirut PT Mahatama Properti Group, Royzani Sjachril, menjelang ramadan tampak stagnan bahkan cenderung terjadi penurunan angka debitur.

"Kelihatannya menginjak ramada ini, ada pengereman karena nasabh lebih mementingkan untuk biaya sekolah dan persiapan lebaran," ucap dia.

Demi tetap meningkatkan penjualan, pihaknya bakal menggelar pameran di pusat keramaian pasar wadai ramadan, serta minimal membagi brosur di pasar wadai tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved