B Focus

Demi Tetap Berkarier di Bulutangkis, Fajar Pilih Profesi Jadi Pelatih 

Kehadiran pelatih muda di sejumlah cabang olahraga di Kota Banjarmasin semakin banyak. Tak hanya dari cabang olahraga beladiri, juga di bulutangkis.

Demi Tetap Berkarier di Bulutangkis, Fajar Pilih Profesi Jadi Pelatih 
capture/banjarmasin post
B Focus 25 April 2019, Kiprah pelatih muda 

BANJARMAISNPOST.CO.ID - Kehadiran pelatih muda di sejumlah cabang olahraga di Kota Banjarmasin semakin banyak. Tak hanya dari cabang olahraga beladiri. Dari lapangan bulutangkis juga ada pelatih muda,

Fajar Tri Suryanto (33). Sebelumnya dia dipercaya menjadi asisten pelatih sejak 2006.

"Awalnya memang jadi atlet. Tapi saat merasa masa saya sudah lewat, saya pilih mundur. Namun demi terus berkarier di bulutangkis, saya memilih jadi pelatih," tutur pria kelahiran Surakarta, 7 Oktober 1985.

Pertama jadi pelatih, Fajar bergabung di klub Pandu Siwi pada 2008. Setahun kemudian, dia pindah ke Satria Dharma. Lalu pada 2013 pindah lagi ke HB Putra Kabupaten Banjar selama setahun.

Sejak 2015 hingga sekarang, dia menjadi pelatih di Poliban Banjarmasin dengan siswa sebanyak 18 orang.

Fajar mencoba peruntungan jadi pelatih setelah kursus pelatih program dan ikut magang pelatihan pelatih di sejumlah daerah.

Baca: B-Focus : Kiprah Pelatih Mudah di Sejumlah Cabor, Saat Bertanding Pelatih Malah Lebih Tegang

"Pelatih itu lebih tegang, sebab bertanggung jawab atas hasil di lapangan," kata juara III Sirkuit Nasional Bulutangkis Jakarta 2003 ini.

Untuk atlet binaan Fajar yang berprestasi lokal, cukup banyak. Namun yang membanggakan adalah M Aldi Rizki yang berhasil ikut audisi PB Djarum di Kudus.

Dari cabang karateka, ada pelatih muda Rini Chaterine Aritrha (19). Namun, dia hanya melatih saat di Kabupaten Kotabaru. "Istilahnya saya hanya membantu pelatih kepala," ujar cewek yang saat ini fokus kuliah di Banjarmasin. (arl)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved