Pileg 2019

Fakta Caleg di Tanahlaut Meninggal Dunia, Kelelahan Mengawal Proses Penghitungan Suara

Calon anggota legislatif (caleg) dari Kabupaten Tanahlaut yakni Sumaryoto meninggal pada Selasa (23/4) malam.

Fakta Caleg di Tanahlaut Meninggal Dunia, Kelelahan Mengawal Proses Penghitungan Suara
istimewa/edi purwanto
Sumaryoto, Caleg Nasdem Tanahlaut yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tak hanya penyelenggara dan petugas keamanan Pemilu 2019 yang kelelahan hingga salah satunya yakni Brigadir Arie Adrian Winatha, anggota Polda Kalsel, meninggal dunia. Calon anggota legislatif (caleg) dari Kabupaten Tanahlaut yakni Sumaryoto juga meninggal pada Selasa (23/4) malam.

Caleg untuk DPRD Tala dari Partai Nasdem yang bertarung di daerah pemilihan empat yakni Kecamatan Tambangulang dan Batibati ini diduga kelelahan.

Ketua DPD Partai Nasdem Tala Edi Purwanto juga menduga almarhum, yang juga mencalonkan diri pada Pemilu 2014, kelelahan. Pasalnya selama ini Sumaryoto terlihat sehat dan tak memiliki keluhan atau penyakit serius. “Kami menyimpulkan kelelahan karena tak ada catatan dokter karena penyakit tertentu,” sebutnya.

Pasalnya selama proses pencoblosan pada Rabu (17/4) hingga penghitungan suara beberapa hari terakhir, Sumaryoto turut mengawal perolehan suara.

Baca: Supaya Perajin Sasirangan Tak Cemari Lingkungan, Ini Solusi dari Wali Kota Banjarmasin

“Akhir-akhir ini kegiatan para caleg intens sekali dalam mengawal perolehan suara sehingga kelelahan berpotensi besar pada para caleg,” ujarnya.

Mengenai kabar yang menyebutkan Sumaryoto mendapatkan banyak suara sehingga berpotensi duduk di DPRD Tala, Edi membenarkan. Di antara beberapa caleg DPRD Tala dari Partai Nasdem, Sumaryoto mendapatkan suara terbanyak dengan selisih sekitar 100 suara dari caleg lain. Hasil itu didapat dari Kecamatan Tambangulang. Sementara suara dari Batibati belum selesai direkap.

Baca: Spesifikasi OPPO F11 Pro Avengers Diluncurkan Saat Ramai Film Avengers : Endgame, Edisi Terbatas!

“Kami tidak bisa memastikan, tapi memang berpotensi karena selisihnya cukup banyak dan ini masih menunggu hasil suara di Batibati,” tambahnya.

Dengan meninggalnya Sumaryoto, Edi mengatakan suaranya kemungkinan diserahkan kepada caleg Nasdem yang mendapatkan suara terbanyak kedua. Namun pihaknya tetap akan mengikuti aturan.

“Sekarang situasinya kami masih berduka jadi belum bisa memutuskan. Lagi pula penghitungan suara belum seratus persen,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Tala Arif Mukhyar mengaku sudah mendengar kabar Sumaryoto meninggal. Mengenai perolehah suaranya, Arif mengatakan surat suara belum selesai dihitung.

“Kalau dia memang paling banyak suaranya mungkin diserahkan ke partai untuk diberikan kepada peraih suara terbanyak kedua atau sesuai ketentuan dari partai nanti,” ujarnya.

Saat rumah Sumaryoto di Desa Sungai Jelai didatangi, suasana duka terasa. Anak Sumaryoto yang menemui mengatakan tak bisa memberi keterangan dan tak mau diwawancarai.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Edi, Sumaryoto meninggal dalam perjalanan menuju tempat pemeriksaan kesehatan yang rutin dilakukannya. Dia sempat mengeluhkan sesak dada.

Kelelahan dan masuk rumah sakit juga dialami sejumlah penyelenggara pemilu. Berdasarkan catatan KPU Kalsel, mereka antara lain PPK Kecamatan Banjarmasin Utara Siswanto dan ketua KPPS Kertak Baru Ilir Kameliah Areda.(banjarmasinpost.co.id/rii)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved