Berita Batola

Jembatan Mandastana Akan Dibangun Lagi, Pemkab Batola Tunggu Proses Sidang Rampung

Dinas PUPR Batola, bertekad segera membangun Jembatan Mandasatana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, yang ambruk pada 17 Agustus 2017 lalu.

Jembatan Mandastana Akan Dibangun Lagi, Pemkab Batola Tunggu Proses Sidang Rampung
capture/banjarmasin post
Banjarmasin Post Edisi 25 April 2019 Halaman 9. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batola, bertekad segera membangun Jembatan Mandasatana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, yang ambruk pada 17 Agustus 2017 silam.

“Kita pinginya secepatnya Jembatan Mandastana segera dibangun kembali. Tapi kita masih menunggu proses hukum tersangka ambruknya jembatan Mandastana.” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batola, Saberi Thannor, Rabu (24/4).

Menurutnya, Pemkab Batola sudah berkonsultasi dengan Kementerian PUPR di Jakarta dan Pemkab Batola diperkenankan membangun jembatan baru di lokasi yang sama dengan catatan setelah ada putusan pengadilan.

Dijelaskannya, Kementerian PUPR juga membolehkan Pemkab Batola membangun jembatan baru dengan syarat harus bekerja sama dan menggandeng pihak perguruan tinggi. Nah, pihaknya sudah ada kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat.

“Saat ini kita belum ada izin pihak aparat penegak hukum untuk membangun jembatan baru dan izinya kita tunggu segera,” katanya.

Baca: Respons Kriss Hatta Usai Diteriaki Nikita Mirzani, Billy Syahputra dan Hilda Vitria Lakukan Ini

Baca: Segini Harga dan Jenis Buah-Buahan yang Dijual Arsyad, Ini Keuntungannya Sebulan

Baca: Pemungutan Suara Ulang Berlangsung di Dua TPS di HSU, Terungkap Jumlah Total DPT

Dipaparkannya, aparat penegak hukum melarang Pemkab Batola membangun kembali jembatan yang ambruk karena jembatan runtuh tersebut masih dijadikan sebagai barang bukti. Seandainya, pihak aparat penegak hukum memberikan izin tertulis ke Pemkab Batola, maka Dinas PUPR segera langsung mengerjakan pembangunan jembatan baru.

“Kementerian PUPR juga menyarankan pembangunan jembatan di lokasi lainnya. Namun Pemkab Batola terkendala dana membangun jalan baru. Catatan lain, boleh saja Batola bangun jembatan di lokasi lama, tapi harus menggandeng perguruan tinggi tinggi terdekat,” katanya.

Pihak perguruan tinggi, sambungnya, akan menghitung kekuatan jembatan, layak tidaknya di lokasi lama, dan bagaimana penanganan bekas ruruntuhan jembatan. Nantinya bekas bangunan jembatan yang terbelah harus diangkat atau dibongkar.

“Begitu vonis dan barang bukti dikembalikan atau diserahkan ke Batola, maka Pemkab Batola akan langsung bergerak dengan melakukan penelitian dengan pihak ULM untuk membangun jembatan” katanya
Dari pengamatan Saberi, badan atau atas jembatan yang ambruk kondisinya masih terlihat bagus dan tinggal diangkat saja dengan alat khusus. Seperti Jembatan Kutai yang runtuh bisa diangkat dengan alat khusus dan ditangani dengan cepat.

Baca: PPK di Enam Kecamatan se Tapin Tuntas Rekapitulasi Penghitungan Hasil Suara Pemilu 2019

Baca: Air Mandai Amalia Cs Bisa Nyalakan Lampu, Siswa MAN 1 Barabai Ikuti Lomba Teknologi 

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Hukum Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadan, Cek Doa Rasulullah

“Pemkab Batola tak berani masuk membenahi jembatan yang rusak karena jembatan runtuh itu masih dalam proses hukum,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa kasus hukum yang sama dengan Jembatan Mandastana akhirnya pemerintah bisa melanjutkan pembangunan jembatan sehingga warga tidak dirugikan. Nah, siapa yang mengeluarkan izin dari pembangunan Jembatan Mandastana, apakah dari pihak pengadilan atau kejaksaaan sampai saat ini belum diketahui.

“Saat ini bola dari masalah kasus hukum Jembatan Mandastana itu ada di tangan kejaksaan,” katannya. (ogi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved