Berita Kabupaten Banjar

Mesin Wood Pallet di Loktamu Matarman Tak Kunjung Bisa Dioperasionalkan, Ini Penyakitnya

Selama sekitar lima hari sejak 26 Maret lalu, Wahyu bersama empat orang rekannya mengotak-atik mesin wood pallet tersebut.

Mesin Wood Pallet di Loktamu Matarman Tak Kunjung Bisa Dioperasionalkan, Ini Penyakitnya
banjarmasinpost.co.id/idda royani
MANGKRAK - Pabrik wood pallet di Loktamu hingga sekarang masih mangrak. Otak-atik yang dilakukan tenaga tekniknya belum mampu mengatasi 'penyakit' mesin pabrik tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Keinginan investor menjajal mesin wood pallet di Desa Loktamu, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), tak kesampaian. Pasalnya, hingga sekarang mesin pabrik pengolah kayu tersebut tak kunjung bisa dioperasionalkan.

"Kalau mesinnya semua ready. Tapi, yang masih menjadi kendala itu yakni sistem pengoperasiannya. Panel mesin wood pallet tidak bisa connect ke komputer," ucap Wahyu, tenaga teknik (operator) pabrik wood pallet Loktamu, Kamis (25/04/2019).

Selama sekitar lima hari sejak 26 Maret lalu, Wahyu bersama empat orang rekannya mengotak-atik mesin wood pallet tersebut. Mereka juga telah memperbaiki kabel-kabel komputer yang rusak dicacah tikus.

Mesin generator juga telah disiapkan mengingat jaringan listrik ke pabrik tersebut telah dicabut oleh PT PLN. Namun upaya mereka tak kunjung membuahkan hasil, padahal upaya maksimal telah mereka lakukan sesuai kemampuan teknis yang dikuasai.

Baca: Periksa Kesehatan Penyelenggara Pemilu di Kecamatan Gambut, Tidak Ada Anggota Polres Banjar Tumbang

Baca: Harga Bawang Tembus Rp 40 Ribu Perkilo, Disdagri Gelar Operasi Pasar Sampai Menjelang Lebaran

Sekadar diketahui, beberapa tahun lalu sebanyak Wahyu bersama sembilan orang lainnya dikirim ke Korea Selatan untuk belajar mengoperasionalkan mesin wood pallet.

Mengapa Korea Selatan? Karena pabrik wood pallet di Loktamu tersebut dibangun atas kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan pihak Korea Selatan.

Pabrik tersebut mulai dibangun pada 2013 dan rampung pertengahan 2016. Saat itu juga telah dilakukan ujicoba pengoperasiannya namun setelah itu vakum hingga sekarang. Sebanyak 4 juta dollar AS atau setara Rp 36 miliar biaya yang tersedot untuk membangun pabrik itu.

Pengoperasianya cukup canggih karena semua komponen dijalankan secara komputerisasi. "Sistem di pabrik wood pallet di Loktamu itu sudah auto. Kondisi semua mesinnya saat ini masih sangat bagus," sebut Wahyu.

Informasi terkni yang ia dapat, setelah momen lebaran Idul Fitri pada pekan pertama Juni mendatang bakal kembali diotak-atik mesin wood pallet tersebut pada bagian sistemnya.

Baca: Syahrini Sedang Hamil Dibocorkan Sahabat Reino Barack, Lihat Ekspresi Mantan Kekasih Luna Maya Itu

Baca: Jessica Mila Pacaran dengan Al Ghazali, Upaya Cintai Anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty di Film Ini

"Saat ini belum mengusulkan untuk penggantian part. Rencana kami upgrade dulu sistem di komputernya.

Senada diutarakan Styade, tenaga teknik pabrik wood pallet Loktamu. Pihaknya siap saja nanti ketika diminta kembali untuk melanjutkan otak-otik mesin tersebut. Termasuk mendeteksi lebih lanjut, apakah ada bagian (part) tertentu yang mesti diganti. (Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved