Bumi Sanggam

Rencanakan Bentuk Komunitas Adat Terpencil, Dinsos Balangan Gelar Semiloka

Rencana untuk membentuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) Hambawang Dilantak, Desa Marajai, kecamatan Halong terus dimatangkan.

Rencanakan Bentuk Komunitas Adat Terpencil, Dinsos Balangan Gelar Semiloka
Pemkab Balangan
Semiloka KAT oleh Dinsos Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Dinsos Kabupaten Balangan bekerja sama dengan Dinsos Provinsi Kalsel, berencana mengumpulkan 50 KK terdiri dari 158 jiwa yang tersebar di tengah hutan dan gunung wilayah Desa Marajai, Kecamatan Halong, di satu lokasi pemukiman dengan membentuk Komunitas Adat Terpencil

Rencana untuk membentuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) Hambawang Dilantak, Desa Marajai, kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel, terus dimatangkan.

Salah satu syarat dengan menggelar seminar loka karya (Semiloka) daerah KAT Hambawang Dilantak, Desa Marajai, Kecamatan Halong, juga telah digelar.

 

Semiloka dilaksanakan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Balangan mendatangkan narasumber dari Dinsos Provinsi Kalsel, Kementerian Sosial dan Akademisi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Kegiatan telah dilaksanakan, Rabu (24/4/2019) tadi di aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan.

Kepala Dinsos Kabupaten Balangan, Ribowo, Jumat (26/4/2019) menyampaikan, kegiatan semiloka ini dilaksanakan sebagai salah satu syarat untuk pengusulan semiloka nasional.

Dalam semiloka daerah ini, diundang sejumlah SKPD lingkup Pemkab Balangan, untuk menyamakan persepsi dalam mendukung terwujudnya usulan ini.

Soalnya, dalam hal ini harus ada peran lintas sektor, misalkan Dinas Pekerjaan Umum membangunkan akses jalan, Dinas Kesehatan membuat Puskesmas Pembantu, Dinas Pendidikan mendirikan sekolah kecil dan lainnya.

 

Adapun jumlah kepala keluarga (KK) yang akan dimasukan ke dalam lokasi KAT sebanyak 50 orang dengan 158 jiwa yang tersebar di dalam hutan dan gunung Desa Marajai.

Apabila program ini disetujui Kementerian Sosial, maka nanti di lokasi itu akan dibangunkan 50 buah rumah untuk menampung 50 KK.

"Sehingga tidak ada lagi yang tempat tinggalnya terpisah-pisah berjauhan di dalam hutan dan gunung," katanya. (aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved