Berita Tanahbumbu

Soal Pemerataan Pembangunan Desa, Kedes di Tanahbumbu Ini Tagih Infrastruktur ke Pemerintah

Kepala Desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu Andi Tanra Fitriadi terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi

Soal Pemerataan Pembangunan Desa, Kedes di Tanahbumbu Ini Tagih Infrastruktur ke Pemerintah
Istimewa
Air masih merendam jalan Desa Serdangan, Kabupaten Tanahbumbu. Warga memarkir kendaraan di titik yang tidak terendam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu Andi Tanra Fitriadi terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi terkait penyediaan infrastruktur jalan ditengarai ada ketimpangan.

Ditegaskannya koordinasi selama ini dilakukan meminta ke pemerintah daerah, tidak adanya perbedaan penyediaan infrastruktur antara desa ke desa. Terlebih desa Serdangan.

"Kami maunya tidak ada perbedaan antara desa ke desa bahwa hak setiap warga menikmati bangunan inprastruktur untuk masyarakat desa. Jadi tetap harus dikawal," kata Andi kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (26/4/2019).

Selama ini menjadi tuntutan masyarakat khususnya di desa Serdagangan, menyusul tidak adanya kepastian pemerintah daerah memperhatikan peningkatan infrastruktur jalan desa.

Baca: Melihat 790 Paket Sabu 529,1 Gram Dimusnahkan, Puluhan Tersangka Hanya Terlihat Pasrah

Baca: Nama Panggilan Calon Anak Syahrini dan Reino Barack Dibocorkan Sahabat Suami Mantan Luna Maya

Baca: Tokoh Masyarakat Pernah Diberi Mimpi Kenapa Sarang Walet Tak Boleh Dibawa Keluar Gua Berangin

Karena akses tersebut satu-satunya yang bisa dilalui warga menggunakan perahu, lantaran badan jalan terendam air ketika dimusim hujan. Padahal pembuatan badan jalan untuk akses penopang perekonomian masyarakat itu dibuat pada 2014 silam.

Ironi, badan jalan sepanjang lebih kurang 1.900 meter atau hampir mencapai dua kilometer tersebut, saat musim hujan badan jalan terendam selama berbulan-bulan.

"Sampai sejauh ini masih seperti biasa (terendam). Kisaran 20 sentimeter sampai 50 sentimeter. Sepanjang 1.900 meter," ungkap Andi Tanra kepada banjarmasinpost.co.id.

Selain berkordinasi dengan pihak pemerintah daerah, tambah Andi Tanra, selama ini desa menganggarkan melalui dana desa. Untuk pekerjaan tahapan peningkatan infrastruktur jalan tersebut.

Walau dengan dana desa tidak bisa berubah drastis, namun paling tidak bisa melakukan tahapan kegiatan. Antara lain meninggikan badan jalan, pembuatan siring yang hanya menggunakan kayu galam dan pengerasan secara manual.

"Melihat kondisi dana desa. Apalagu tidak semua dana desa tujuannya untuk inprastruktur jalan saja., tetapi juga meliputi pemberdayaan dan kemasyrakatan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved