Ekonomi dan Bisnis

Tiket Masih Mahal,Tingkat Hunian Hotel di Kalsel Cenderung Turun

Masih mahalnya tiket maskapai penerbangan dalam beberapa bulan terakhir, turut berdampak pada tingkat okupansi perhotelan Kalsel.

istimewa
ilustrasi-Coffee shop Hotel Jelita Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih mahalnya harga tiket maskapai penerbangan dalam beberapa bulan terakhir, turut berdampak pada tingkat okupansi perhotelan di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Amaris Hotel Banjar misalnya, General Manager Dani Yusyandi mengatakan, tingkat hunian di Amaris mengalami penurunan.

"Untuk di Amaris sendiri, penurunan tingkat hunian dirasakan mulai awal tahun berkisar 15-20 persen di banding tahun-tahun sebelumnya," jelas Dani kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Thanos Bisa Menghapus Hasil Pencarian Google, Tap Sarung Tangan Gauntlet Seperti Avengers: Endgame

Baca: Pemilu Telah Berlalu, Terminal Pal 17 Masih Begini

Baca: Curhat Nagita Slavina Soal Rumah Tangga pada Ustadz Romli, Raffi Ahmad Langsung Lakukan Ini

Baca: Rencanakan Bentuk Komunitas Adat Terpencil, Dinsos Balangan Gelar Semiloka

Bahkan, ditambahkannya, perusahaan juga banyak yang menunda hingga membatalkan perjalanan dinas akibat tingginya harga tiket pesawat.

Demi mengatasi penurunan itu, Dani menggeber promo yakni alternatif harga tanpa breakfast Rp 297.000 per malam untuk kamar tipe standard.

Manajer Royal Jelita Hotel, Ajie Kurniawan juga mengungkapkan penurunan tingkat hunian yang kian terasa terlebih memasuki triwulan II 2019.

"Sangat terasa sekali, penurunan berkisar 20-30 persen dibanding tahun lalu. Namun kami tetap optimis, dengan bebagai cara dilakukan yakni promo makanan dan promo kamar supaya semenarik mungkin," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, hotel-hotel di Kalsel berkumpul bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalsel menyampaikan aspirasi dan keluhan kepada PHRI Pusat.

Kemudian PHRI Pusat bertemu dengan Presiden untuk meminta turunkan harga pesawat, hingga saat ini belum terealisasi.

Baca: Panel Listrik Pendopo Rantau Baru Dicuri, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Baca: NEWSVIDEO : Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Alat Pemadam Baru

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Kalsel, Rosally Gunawan, membenarkan jika tiket pesawat berdampat pada penurunan tingkat hunian di Kalsel.

"Hotel-hotel tampaknya naik okupansi akhir-akhir ini karena anggaran pemerintah sudah turun. Namun yang menginap orang-orang lokal saja bukan tamu luar kota," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved