Berita Kotabaru

Diundang Disdik Ramah Tamah, Siswa Dua Sekolah Terpencil di Kotabaru Dapatkan Beasiswa

Usai melaksanakan UNBK tingkat SLTP Se Kabupten Kotabaru, Dinas Pendidikan undang siswa dua sekolah ke Dinas untuk ramah tamah.

Diundang Disdik Ramah Tamah, Siswa Dua Sekolah Terpencil di Kotabaru Dapatkan Beasiswa
(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)
Disdik undang dua SMPN terpencil di Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Usai melaksanakan UNBK tingkat SLTP Se Kabupten Kotabaru, Dinas Pendidikan undang siswa dua sekolah ke Dinas untuk ramah tamah.

Dua sekolah itu mengikuti UNBK ke sebuah SLTA di Kotabaru lantaran di wilayahnya tak ada jaringan apalagi komputer.  Dua sekolah itu adalah SMPN 3 Pamukan Selatan yang terdiri dari 34 siswa dan SMPN 2 Pulau Sembilan dari Pulau Matasirih sebanyak 18 siswa.

Tak sekedar ramah tamah, ternyata mereka  juga mendapatkan beasiswa dari Plt Kepala Dinas Pindidikan Kotabaru, Selamet Riyadi.

Baca: Bukan Tanggapi Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting Bongkar Sifat Asli Pria Turki yang Mirip Shaheer Sheikh

Baca: Gelar Silaturahmi Bersama Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat, Bupati Abdul Wahid Sampaikan Hal Ini

Baca: Pipi Janda Kembang Ternyata Ditusuk Pakai Keris, Polres Tanahlaut Sebut Korban Tak Sempat Disetubuhi

Ramahtamah itu juga dihadiri guru-guru dan Kepala sekolah dari kedua sekolahnya. Kedua sekolah juga menjelaskan keadaan diwilayahnya yang jauh dari kota, sulitnya akses daerah, jaringan bahkan sarana yang tak lengkap.

Siswi SMPN 3 Pamukan Selatan, Rahmidah, menceritakan keadaannya yang tidak dilengkapi dengan komputer, akses sulit, sarana prasarana yang sangat minim.

"Ditempat kami listrik sulit apalagi internet dan kami hampir tak pernah gunakan komputer. Kami berharap kedepannya bisa mendapatkan kompuer dan bisa belajar dan ujian di sekolah sendiri tanpa harus jauh-jauh ke kota, " katanya.

Serupa dengan Rahmidah, siswi SMPN 2 Pulau Sembilan dari Pulau Matasirih, Dia Aslimah juga mengutarakan hal yang sama. Tak ada jaringan sama sekali apalagi keberadaan komputer.

"Kami sangat mengharapkan bisa menikmati fasilitas itu. Tapi karena desa kami tak ada listrik, semuanya tak bisa dirasakan. Bahkan saat menggunakan komputer pertama kali juga saat hari pertama UNBK dan sempat membuat kami kebingungan, " katanya.

Sementra itu, Plt Kepala Dinas Pemsidikan Kotabaru, Selamet Riyadi, Sabtu (27/4/19) mengatakan kedua sekolah itu sengaja didatangkan ke Kotabaru agar mereka tahu perkembangan. Sehingga tidak terkejut saat berada di perkotaan atau saat melanjutkan tingkat pendidikannya.

Dia juga meminta kepada siswa dari dua sekolah itu untuk tak berkecil hari lantaran jauh dari fasilitas dan jaringan. Meski begitu, dia berharap semua siswa ini berhasil dan menggapai cita-citanya.

Baca: Mohamed Salah Aktor Kemenangan Liverpool 5-0 Lawan Huddersfield, Juga Catat 3 Rekor Baru

Baca: 30 Mahasiswa Nyoblos Tanpa A5, Anggota KPPS Dipecat, Takut Ada Pengerahan Mahasiswa

"Saya hanya berpesan agar untuk tekun. Dua hal rahasia sukses yakni taat pada orangtua dan jangan berani sama guru. Itu kuncinya, " katanya.

Untuk memberi semangat kepada anak-anak dan siswa-siswinya dari dua sekolah itu, disdik memberikan beasiswa. Begitu juga kepada guru yang turut mendampingi ke Kotabaru juga diberikan bantuan. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved