Pahit Getir Persalinan Ternak

Inseminator Swadaya Tanahlaut Ini Harus Begadang Semalam Suntuk Lakukan Sesar Sapi

PERSALINAN memang tak mudah ditebak secara pasti kapan waktunya. Estimasi kadang meleset, begitu halnya pada persalinan sapi.

Inseminator Swadaya Tanahlaut Ini Harus Begadang Semalam Suntuk Lakukan Sesar Sapi
Juadi untuk banjarmasinpost.co.id
Juadi (kedua kanan) rehat sejenak bersama petugas Dinas Peternakan di sela mengikuti kegiatan di Tanahalut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERSALINAN memang tak mudah ditebak secara pasti kapan waktunya. Estimasi kadang meleset, begitu halnya pada persalinan sapi.

Karena itu, seorang inseminator peternakan yang bertugas menangani persalinan secara sesar mesti berstamina kuat. Pasalnya, bisa jadi prosesnya menjadi teramat lama yang tentu sangat melelahkan.

Seperti halnya pengalaman Juadi, inseminator swadaya Tanahlaut. Pada Ramadan 2018 lalu, dirinya melakukan sesar sapi di desanya di Desa Sumbermulia, Kecamatan Pelaihari.

"Saat itu saya tak tidur semalaman karena sesarnya baru selesai waktu subuh, sejak mulai menangani pukul 23.00 Wita," bebernya, Jumat (26/04/2019).

Baca: Faktor Sungsang hingga Kegedean Anakan Sebabkan Persalinan Ternak Sapi Secara Sesar

Baca: Operasi Sesar pada Ternak Sapi Minimal Ditangani Dua Orang, Ini Waktu Pemulihannya

Baca: Bantu Persalinan Sesar Sapi, Inseminator swadaya Tanahlaut Ini Harus Jahit Enam Lapis Kulit

Ia menuturkan saat itu begitu lama waktu yang tersita karena awalnya persalinan sapi milik tetangga di kampungnya itu akan dibantu dilakukan secara normal.

Indukan sapi tersebut kesulitan melahirkan karena posisi anak muntir atau telentang dengan posisi kepala dan kaki tak sejajar. "Sudah berulaya saya betulkan posisimya, tapi tak berselang kembali lagi ke posisi awal," beber Juadi.

Akhirnya diputuskan untuk melakukan sesar mengingat kondisi fisik indukan makin lemah. Sementara kondisi fisik anak di dalam rahim indukan masih kuat.

Kondisi ternak sapi piaraan Juadi di Pelaihari Tanahlaut, sehat dan gemuk karena selalu tercukupi makanan dan asupan gizinya
Kondisi ternak sapi piaraan Juadi di Pelaihari Tanahlaut, sehat dan gemuk karena selalu tercukupi makanan dan asupan gizinya (Juadi untuk banjarmasinpost.co.id)

"Saat itu benar-benar melelahkan. Alhamdulillah setelah anakannya sehat. Begitu dikeluarkan, langsung saya beri susu. Seperempat menit sudah bisa berlari," sebutnya.

Sementara itu kondisi indukan makin melemah pascaoperasi meski telah diberi asupan bergizi. Akhirnya pemilik sapi memutuskan menyembelih sapi tersebut.

Baca: Sapi Pun Juga Bisa Lahir Sesar, Opsi Penyembelihan Jalan Terakhir Peternak di Tanahlaut

Baca: Lakukan Persalinan Sesar Ternah Sapi di Tanahlaut, Juadi Harus Siapkan Kandang Jepit dan Bius Lokal

"Kalau dulu saat sesar sapi di Desa Kampungbaru, Kecamatan Pelaihari, sehat semuanya. Itu dulu saya bersama dokter hewan. Kalau yang di Sumbermulia, saya dibantu teman inseminator swadaya lainnya," paparnya.

Ternak sapi piaraan Juadi sehat dan gemuk karena selalu tercukupi makanan dan asupan gizinya di Pelaihari Tanahlaut.
Ternak sapi piaraan Juadi sehat dan gemuk karena selalu tercukupi makanan dan asupan gizinya di Pelaihari Tanahlaut. (Juadi untuk banjarmasinpost.co.id)

Tiap kali melakukan penanganan persalinan sapi, Juadi selalu lebih dulu lapor ke Dinas Peternakan Tanahlaut. "Sudah menjadi kewajiban kami sebagai inseminator swadaya untuk selalu berkomunikasi dengan Dinas Peternakan," ucapnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved