Manis Getir Persalinan Ternak

Sapi Pun Juga Bisa Lahir Sesar, Opsi Penyembelihan Jalan Terakhir Peternak di Tanahlaut

Sesar tak lagi sebatas milik manusia. Bahkan kekinian sesar sapi mulai familiar di kalangan petani. Meski jumlah kasusnya belum terlalu banyak.

Sapi Pun Juga Bisa Lahir Sesar, Opsi Penyembelihan Jalan Terakhir Peternak di Tanahlaut
Istimewa/Juadi untuk banjarmasinpost.co.id
SESAR - Anak sapi ini terlahir melalui sesar di Pelaihari Tanahlaut, yang ditangani Juadi, beberapa waktu silam. Si pemilik sapi pun begitu semringah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - ZAMAN terus berubah yang ditandai kian majunya teknologi di segala bidang. Tak cuma untuk manusia, sebagian teknologi juga hadir untuk 'memanjakan' hewan ternak atau piaraan.

Contoh paling sederhana yakni dalam hal persalinan. Bayangkan, ketika banyak perempuan tak pernah kesampaian ketika ingin melahirkan melalui operasi sesar, di pihak lain ada saja sapi betina yang melahirkan secara cesar/sesar.

Sesar tak lagi sebatas milik manusia. Bahkan kekinian sesar sapi mulai familiar di kalangan petani. Meski jumlah kasusnya belum terlalu banyak, namun setidaknya hampir di tiap daerah di seluruh penjuru negeri ini pernah ada kelahiran sapi secara sesar.

Termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), seperti di Kabupaten Tanahlaut (Tala) dan sejumlah daerah sentra ternak sapi lainnya. Banua ini memang dikenal sebagai daerah agraris dan salah satu penyangga pangan Indonesia yang di dalamnya termasuk sektor peternakan.

Baca: Tujuh Pot Tanaman Hias di Atas Trotoar Taman Darmansyah Zauhidie Kandangan Dirusak Pria Tak Dikenal

Di Kalsel, ada beberapa daerah yang dikenal berlimpah populasi sapi. Terbesar yakni di Tala dengan jumlah populasi sapi hingga 70 ribu ekor. Pasar hewan terbesar di provinsi ini juga berada di daerah ini pula.

Kabupaten Baritokuala, Banjar, dan Tanahbumbu juga termasuk daerah yang memiliki populasi sapi lumayan banyak.

Karena itu, pembudidayaan ternak sapi terus diperkuat melalui peningkatan pemberian asupan makanan tambahan, perawatan hingga penanganan persalinannya. Bahkan pemerintah pusat sejak beberapa tahun terakhir menggencarkan program Siwab (sapi induk wajib bunting).

Program itu dibarengi kegiatan penurunan angka kematian pada proses persalinan. Salah satu strateginya yakni melalui sesar persalinan ketika kondisi fisik indukan (sapi betina) lemah saat proses melahirkan.

Baca: Pernikahan Irish Bella-Ammar Zoni Ditayangkan Live Streaming SCTV, Syahrini dan Reino Barack?

Jadi, sapi betina tak sekadar wajib bunting tapi juga wajib melahirkan secara selamat. Kini, sapi yang bunting mesti diupayakan bisa melahirkan selamat.

Opsi penyembelihan merupakan jalan terakhir setelah berbagai upaya tak bisa lagi dilakukan.

"Tapi, biasanya kendala teknis persalinan pada ternak sapi bisa diatasi melalui sesar," ucap Juadi, inseminator swadaya Tala, di Pelaihari, Jumat (26/04/2019).

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved