Berita HSS

Bupati dan MUI HSS Keluarkan Larangan Selama Ramadan 1440 H, Begini Isinya

Ramadan 1440 H tinggal menghitung hari. Agar umat Islam di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) lebih khusyuk dan tenang melaksanakan ibadah puasa

Bupati dan MUI HSS Keluarkan Larangan Selama Ramadan 1440 H, Begini Isinya
banjarmasinpost.co.id/hanani
Petugas kebersihan masjid Agung Riyadus Shalihin, Barabai, Hulu Sungai Tengah membersihkan perabotan di dalam masjid menjelang Ramadan 2018 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Ramadan 1440 H tinggal menghitung hari. Agar umat Islam di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) lebih khusyuk dan tenang melaksanakan ibadah puasa, Bupati HSS H Achmad Fikry dan Ketua MUI HSS Tuan Guru Muhammad Riduan atau Guru Kapuh membuat seruan bersama, berisi sejumlah imbauan dan larangan selama menjalankan ibadah wajib tersebut.

Dalam surat seruannya, ada 12 poin yang disampaikan kepada muslimin/muslimat serta masyarakat umum lainnya.

Pertama, terkait penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1440 hijriah, masyarakat diimbau menunggu keputusan pemerintah RI. Meski demikian, jika terdapat perbedaan pendapat diminta tetap saling menghormati sehingga menjadi rahmatan lil’aalamin.

Selama Ramadan, diimbau melaksanakan ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah, seperti memakmurkan masjid, salat lima waktu berjamaah di masjid, salat tarawih berjamaah, tadarus Alquran, pesantren Ramadan serta kegiatan lainnya yang bermanfaat.

Baca: Daftar Mitos Puasa Saat Ramadan, Ini yang Harus Dilakukan Ketika Jalani Ramadhan 2019

Baca: Pantau Harga dan Kondisi Barang Jelang Ramadan, Disperdag Balangan Turun ke Pasar

Baca: Sanksi bagi Para Pelanggar Perda Ramadan, Bayar Denda hingga Diekspos di Media Massa

Umat muslim juga diimbau menyalurkan zakat maal (harta), infak, sedekah (ZIS) melalui BAZNAS sesuai UU NOmor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP Nomor 14 tentang Pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011.

Bagi pengusaha cafetaria (café) restoran, tempat hiburan, warung makan, warung minum, diserukan agar tidak berjualan sesuai Perda HSS Nomor 18 Tahun 2005 tentang Ketentuan Kegiatan dan Larangan pada Bulan Ramadhan. Demikian pula bagi pedagang sembako, agar tidak menaikkan harga dan menimbunnya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Khusus bagi pengelola radio swasta, masjid-masjid dan langgar-langgar diserukan pula menyesuaikan waktu berbuka puasa dengan jadwal imsakiyah Ramadhan yang dikeluarkan Kementerian Agama HSS.

Untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan beribadah, dilarang menyalakan petasan, meriam bambo serta kembang api, baik selama Ramadhan maupun Idul Fitri. Sedangkan mereka yang tidak melaksanakan ibadah puasa, agar menghormati orang yang berpuasa.

Caranya, tidak makan, minum dan merokok di tempat terbuka yang dapat mengganggu kekhusyu’an orang berpuasa.

Khusus aparatur Sipil Negara (ASN), diminta melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai aturan yang berlaku dengan iklas, disiplin, tanggung jawab dan tetap melaksanakan pelayanan yang terbaik pada masyarakat sebagai pancaran ibadah puasa yang dilaksanakan.

Bupati juga meminta masyarakat tak melaksanakan kegiatan Bagarakan Sahur baik menggunakan alat musik maupun alat yang diketuk atau dipukul yang menghasilkan bunyi-bunyian. Tak menggangu ibadah di malam 10 hari terakhir Ramadan tersebut, guna menambah kekhusyu’an.

Namun, diimbau memasang lampu hias atau penerangan di tempat ibadah seperti masjid, langgar dan mushalla untuk menyambut dan menyemarakkan Ramadan. Termasuk melakukan aksi bersih-bersih tempat ibadah sebelum Ramadan.

"Mari kita terus membina, meningkatkan ukhuwah, rasa empati dan berbagi terhadap sesama dilingkungan kita masing-masing. Ini sebagai wujud rasa kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan ketaqwaan kita pada Allah SWT,”kata seruan yang ditandatangani Bupati HSS dan Ketua MUI HSS 15 April 2019 tersebut.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved