Berita Tanahlaut

Parningsi Sulap Bungkus Kopi Jadi Rupiah di Tanahlaut, Tasnya Bisa Dibawa Jalan-jalan ke Mal

BAGI umumnya orang, bungkus bekas kopi kemasan (sachet) hanya jadi sampah. Tapi, di tangan Parningsih limbah plastik itu bisa menjadi rupiah.

Parningsi Sulap Bungkus Kopi Jadi Rupiah di Tanahlaut, Tasnya Bisa Dibawa Jalan-jalan ke Mal
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Parningsih (kanan) dan Ika memperlihatkan produk daur ulang limbah mereka 

Sepekan sekali Parningsih dan anggotanya menyambangi warung warung langganannya untuk mengambil bungkus bekas kopi. Seluruhnya ia dapatkan secara cuma-cuma karena memang limbah plastik tersebut tak ada nilainya atau tak laku dijual.

Baca: Usai Makan Coklat  Mermaid, Bocah 5 Tahun Asal Pekalongan Meninggal, Begini Kronologinya

Karya tangan berbahan bungkus brkas kopi instan produksi Bank Sampah Bersih Indah tersebut kerap dipamerkan pada sejumlah ajang/acara pemerintahan. Apalagi keberadaan mereka juga dalam binaan pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Terkini, Bank Sampah Bersih Indah yang dinakhodai Pirningsih mengikuti lomba.

Tas daur ulang limbah bungkus bekas kopi instan bikinan Parningsih dkk
Tas daur ulang limbah bungkus bekas kopi instan bikinan Parningsih dkk (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Daur Ulang Sampah yang digelar DLH Kalimantan Selatan di mall di Kota Banjarbaru, Kamis (25/4). Pada ajang itu, Parningsih bersama dua anggotanya (Ika dan Beti) kembali memamerkan beragam produk berbahan bungkus bekas kopi instan.

Selain itu, Parningsih membawa tas berbahan lingkaran 'cincin' botol bekas minuman mineral/manis kemasan gelas. Tampilan tasnya juga elegan dan leboh kuat karena diperkuat perajut tali nilon.

Tiap kali mengikuti ajang pameran, daur ulang limbah menjadi barang-barang bermanfaat karya Bank Sampah Bersih Indah selalu menjadi perhatian pengunjung. Sebagian bahkan langsung membeli, apalagi harganya terjangkau yakni sekitar Rp 20-50 ribu.

Baca: Sosok Mempelai Wanita di Foto ‘Pernikahan’ Ivan Gunawan Terungkap, Jelas Bukan Ayu Ting Ting

Namun bukan target ekonomi yang ingin digapai Parningsih dan kawan-kawan di Bank Sampah Bersih Indah. "Apa yang kami lakukan lebih pada gerakan moral untuk mengajak masyarakat mencintai lingkungan dengan cara tak membuang sampah sembarangan, terutama plastik," tandas Parningsih.

Ia mengaku sangat sedih ketika melihat orang sembarangan sampah sembarangan di jalanan maupun di tempat umum lainnya. Itu sebabnya sejak 2016 pihaknya mulai fokus membantu pemerintah mengurangi sampah plastik melalui pendauran ulang menjadi barang bermanfaat.

Apalagi di tengah kebijakan pemerintah yang kini makin intens melarang penggunaan tas plastik di pusat-pusat perbelanjaan modern, daur ulang bungkus bekas kopi instan maupun bekas botol minuman menjadi solusi smart. Setidaknya tas ciamik itu bisa menjadi pengganti tas plastik untuk membawa barang belanjaan.

Sajadah daur ulang limbah bikinan Parningsih dkk dari Bank Sampah Bersih Indah
Sajadah daur ulang limbah bikinan Parningsih dkk dari Bank Sampah Bersih Indah (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Parningsih dan kawan-kawan juga tak pernah malu atau risih untuk memunguti barang bekas tersebut di lokasi acara-acara hajatan dan lainnya. "Tiap kali menghadiri acara pemerintahan pun saya juga selalu membawa karung untuk menampung botol bekas air mineral maupun bungkus bekas kopi," sebutnya.

Baca: Ganjaran Maia Estianty Karena Sikapnya, Istri Irwan Mussry Terima Ini

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved