Berita Tanahlaut

Parningsi Sulap Bungkus Kopi Jadi Rupiah di Tanahlaut, Tasnya Bisa Dibawa Jalan-jalan ke Mal

BAGI umumnya orang, bungkus bekas kopi kemasan (sachet) hanya jadi sampah. Tapi, di tangan Parningsih limbah plastik itu bisa menjadi rupiah.

Parningsi Sulap Bungkus Kopi Jadi Rupiah di Tanahlaut, Tasnya Bisa Dibawa Jalan-jalan ke Mal
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Parningsih (kanan) dan Ika memperlihatkan produk daur ulang limbah mereka 

Upaya lain yang dilakukan untuk mengajak masyarakat mencintai lingkungan, Parningsih dan anggotanya kerap mengenakan barang daur ulang limbah. Misalnya saat ke pasar membawa tas berbahan bungkus bekas kopi atau bekas botol mineral.

"Saat ke langgar atau masjid, kami juga sering membawa sajadah berbahan bungkus kopi bekas. Alhamdulillah umumnya orang yang melihat selalu tertarik dan langsung tanya-tanya. Lalu, kami jelaskan bahwa itu produk daur ulang limbah," bebernya.

Bahkan adakalanya ada yang langsung memesan. Namun kadang pesanan tersebut tak bisa langsung ditangani karena keterbatasan ketersediaan bahan baku limbah tersebut.

Sebenarnya, sebut Parningsih, sangat banyak limbah bungkus bekas kopi. Hanya umumnya tak bisa dipakai untuk dibikin tas dan lainnya karena cara memotongnya sembarangan. Karena itu pihaknya juga terus berupaya untuk meluaskan kerjasama dengan para pemilik warung untuk menghimpun lebih banyak lagi bahan baku lumbah tersebut.

Adi Rahmani, pejabat eselon IV DLH Tala yang membidangi penanganan limbah mengatakan pembinaan bank sampah terua digalakkan. Bank Sampah Bersih Indah termasuk yang cukup aktif dan kreatif mendaur ulang limbah. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved