Berita Tanahlaut

Ternyata Rumah yang Ludes Terbakar di Jorong Baru Digangun dengan 'Titik Keringat' Keluarga Lepatno

Musibah kebakaran yang melahap habis rumah warga Tran 200 Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan Sabtu (27/4/2019) dinihari

Ternyata Rumah yang Ludes Terbakar di Jorong Baru Digangun dengan 'Titik Keringat' Keluarga Lepatno
Kiriman warga/nita
Musibah kebakaran yang melahap habis rumah warga Tran 200 Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Musibah kebakaran yang melahap habis rumah warga Tran 200 Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan Sabtu (27/4/2019) dinihari, Lepatno ternyata baru selesai dibangun.

Rumah itu diketahui baru selesai dibangun dalam sebulan ini. Lepatno yang bekerja sebagai penggali sumur dan petani sayur bersama istri, Imur harus membangun perlahan rumahnya.

Pertama ini membangun dapur yang berbahan kayu, kemudian ia kembali membangun teras dan ruang tamu dengan bahan batako.

Lepatno bahkan membangun rumah sendiri bersama anak perempuannya Prida yang sudah lulus SMA.

"Kasian sekali baru selesai bangun depan rumah malah terbakar membangunnya bahkan tidak dengan tukang tapi sama anaknya Kak Prida," ujar keluarga korban, Nita kepada banjarmasinpost.co.id.

Anak perempuan kedua Lepatno, Prida bahkan juga turut membantu Lepatno bekerja menggali sumur untuk membantu membiayai membangun rumah. Namun kini usai rumahnya selesai dibangun Prosa bekerja sebagai penjaga warung sembako di sekitar kampung.

Baca: Kebakaran di Jorong Ludeskan Rumah Lepatno, Sumber Api dari Sampah

Baca: BREAKING NEWS - Baru Bangun Tidur, Bocah Ini Kaget Lihat Ibunya Gantung Diri, Lalu Lari ke Tetangga

Pasangan Lepatno dan Imur sendiri tinggal bersama tiga orang anak mereka yaitu Prida yang merupakan anak kedua, Kukuh yang merupakan anak berkebutuhan khusus, dan anak keempat yaitu Putri yang masih duduk di kelas 1 SD. Sementara anak pertama Lepatno, Chandra tinggal di lain rumah karena sudah beristri.

Pasca kejadian kebakaran rumahnya, Lepatno hanya bisa tinggal di rumah keluarga yang juga tetangganya. Dengan tak ada harta benda yang bisa diselamatkan ia terpaksa harus memulai kembali kehidupannya dari nol.

Kesediaan mendalam juga dirasakan Putri, anak keempat Lepatno ini juga harus kehilangan semua buku dan peralatan sekolahnya.

Sementara Lepatno harus rela satu buah motornya yang baru lunas cicilannya hangus menjadi abu.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved