Berita Nasional

1 Mei 2019, Indonesia Resmi Jadi Ketua Dewan Keamanan PBB, Ini Tema yang Diusung RI

Mulai 1 Mei 2019 ini, Indonesia resmi menjabat Ketua Dewan Keamanan (DK) PBB.

1 Mei 2019, Indonesia Resmi Jadi Ketua Dewan Keamanan PBB, Ini Tema yang Diusung RI
Puspen TNI/Puspen TNI
Ilustrasi: Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Konga XXIII-L/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Mulai 1 Mei 2019 ini, Indonesia resmi menjabat Ketua Dewan Keamanan (DK) PBB.

Kepemimpinan Indonesia di Dewan Keamanan PBB sendiri akan mengambil tema 'Investing in Peace Including Safety and Performance of UN Peace Keeping'.

Hal tersebut disampaikan Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kemlu, Grata Endah Werdaningtyas, beberapa waktu lalu, di Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat.

Grata mengatakan, ada beberapa tolak ukur, Indonesia mengambil tema tersebut.

Pertama, misi perdamaian PBB masih merupakan tools yang paling kuat dari Dewan Keamanan PBB untuk berkontribusi pada perdamaian dan keamanan internasional.

Kedua, Indonesia telah memiliki rekam jejak terkait tema yang bersangkutan.

Baca: 7 Restoran Terbaik di Dunia Ternyata Terbuat dari Pesawat Bekas, Fairchild C-123 Hingga Boeing 737

Baca: Hari Keenam, Ibu dan Bayi Tertimbun Longsor Belum Juga Ditemukan, Warga Pulau Matasirih Mengungsi

Baca: Cekcok Saat Mabuk Miras, Pria Ini Tega Tusuk Temannya yang Masih Bocah, Motifnya Soal Sepele

Indonesia diketahui, sebagai negara penyumbang pasukan perdamaian terbesar di dunia yakni menduduki urutan 8 dari 124 negara penyumbang pasukan PBB.

"Dan bulan Maret ini kita sudah pecah telor dalam artian untuk pertama kalinya kita mengirimkan lebih dari 100 peace keeper perempuan. Ini suatu yang luar biasa dan ini juga sejalan dengan keinginan sekjen PBB untuk melibatkan, mempromosikan perlibatan dan partisipasi perempuan dalam perdamaian dan keamanan," kata Gatra.

Ia mengatakan, Indonesia telah menyiapkan beberapa agenda dalam kepemimpinan ini, di antaranya open debate on peace keeping dan akan mengeluarkan presidential statement, salah satu outcome untuk meng-address masalah pelatihan dan kapasitas peace keeper.

"Lalu juga kesempatan ini juga akan dipakai oleh Indonesia untuk mendukung kampanye Indonesia untuk pencalonan dewan HAM," ujar dia.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved