Olahraga Internasional

Atlet Puteri Inggris Ini Harus Merangkak Masuk Finish London Marathon, Ini yang Terjadi Sebelumnya

Atlet puteri Inggris, Hayley Carruthers harus merangkak menuju garis finish setelah terjatuh saat mengikuti ajang

Atlet Puteri Inggris Ini Harus Merangkak Masuk Finish London Marathon, Ini yang Terjadi Sebelumnya
kompas.com
Hayley Carruthers 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Atlet puteri Inggris, Hayley Carruthers harus merangkak menuju garis finish setelah terjatuh saat mengikuti ajang lomba London Marathon, Minggu (28/04/2019).

Carruthers jatuh hanya beberapa meter menjelang finsih, ia kemudian merangkak dan menggulingkan diri untuk melewati garis finish. Setelah lolos ia mengaku berusaha menyelesaikan lomba agar dapat memperbaiki catatan waktu terbaiknya.

Ia mencatat waktu 2 menit 34.03 detik, terpaut seperempat jam di belakang juara di bagian puteri asal Kenya, Brigid Kosgei yang mencatat waktu terbaik 2 menit 18.20 detik.

Kosgei, 25 menjadi pelari puteri termuda dalam sejarah yang mampu menjadi juara London Marathon di bagian puteri.

Usai lomba, Carruthers mengunggah gambar lututnya yang harus dibalut karena luka dan menuliskan,"Hari ini setidaknya saya mencataat waktu terbaik pribadi saya."

Baca: Aston Villa Vs Leeds Divisi Championship, Dihiasi 2 Gol Kontroversial Hingga Baku Hantam

Baca: Jelang MotoGP Spanyol 2019 - Bos KTM Tech 3 Tegur Hafizh Syahrin yang Tampil Mengecewakan

Baca: Manchester City Tampil Beringas saat Lawan Burnley, Rebut Tahta Klasemen Liga Inggris dari Liverpool

Di bagian putera, pelari Kenya, Eliud Kipchoge mencatat kemenangan keempat di ajang London Marathon 2019 ini. Tahun ini ia mencatat waktu terbaik tahun ini dengan catatan waktu 2 jam 2 menit dan 37 detik, yang merupakan catatan terbaik kedua setelah marathon Berlin tahun lalu dengan 2:01.39.

Kipchoge menjadi juara di London Marathon pada 2015, 2016 dan 2018. Tahun ini ia diikuti pelari Ethiopia, Mosinet Geremew dan Mule Wasihun di posisi dua dan tiga.

"Saya sangat senang dengan kemenangan di jalan-jalan kota London untuk keempat kalinya, sekaligus membuat sejarah di sini dengan menaikkan dana untuk amal sebesar 1 milyar poundsterling," kata Kipchoge. "Penduduk kota London sangat memberi semangat."


Eliud Kipchoge dan Mo Farah

Ketika ditanyakan lomba berikutnya yang akan diikuti, Kipchoge mengatakan,"Saya selalu mengatakan tidak ingin mengejar dua kelinci. Saya hanya memburu satu dan itu adalah London. Saya telah menangkapnya dan sekarang akan mendiskusikan dengan tim saya."

Pelari ternama Inggris, Mo Farah yang berambisi menjadi juara gagal tampil maksimal dan hanya menempati urutan lima.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved