Berita Tapin

Awal Mei, KPU Tapin Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Suara Pileg dan Pilpres 2019

KPU Kabupaten Tapin akan menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan dan penetapan hasil suara Pemilu 2019.

Awal Mei, KPU Tapin Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Suara Pileg dan Pilpres 2019
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Henny Hendriyanti, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapin akan menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan dan penetapan hasil suara Pemilu 2019.

Rapat pleno terbuka itu akan berlangsung selama dua hari di Aula Hotel Tapin, Jalan Brigjend Hasan Basri, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, 1-2 Mei ini.

Selama proses berlangsung diberlakukan sistem pengamanan dan yang memiliki id card atau tanda pengenal khusus dari KPU Kabupaten Tapin untuk membatasi pengunjung yang ingin menghadiri rapat pleno terbuka tersebut.

"Mengingat proses perhitungan di tingkat TPS faktor kelelahan akan sangat mempengaruhi, makanya dua hari," kata Ketua KPU Kabupaten Tapin, Henny Hendriyanti, Senin (29/4/2019).

Baca: Kepolisian Gelar Deklarasi Damai Pascapemilu, KPU Rakor Persiapan Penetapan Suara Pemilu 2019

Baca: Hasil Penghitungan Suara C1 Selesai, Bupati Tanahlaut Minta Tak Ada yang Bahas Perbedaan di Medsos

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Buruh 2019 May Day dalam Bahasa Inggris & Indonesia, Cocok Untuk WA

Ditanya rapat pleno terbuka itu juga akan menetapkan calon legislatif terpilih, Henny Hendriyanti mengaku menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi.

"Penetapan calon legislatif terpilih kewenangan MK, KPU Kabupaten Tapin hanya memberikan surat rekomendasi saja. Hasil yang akan kami rekapitulasi sudah ditempel hasilnya di PPK masing-masing kecamatan, silakan dicek," katanya.

Hanya Dua KPPS Jatuh Sakit

Henny Hendriyanti bersyukur jajaran penyelenggaran Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Tapin, tidak ada yang meninggal dunia.

"Hanya dua anggota KPPS yang jatuh sakit. Satu rawat jalan dan satunya keguguran saat bertugas," ujarnya.

Henny Hendriyanti mengaku bingung memberikan tali asih bagi penyelenggaran yang jatuh sakit karena edaran Menteri Keuangan kategori yang mendapat santunan mengalami luka ringan, luka sedang, luka berat dan meninggal dunia.
(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved